tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak menyangka uang pemberiannya dikembalikan oleh penjual tutut.
Kang Dedi Mulyadi (KDM) kerap membantu warganya untuk menyelesaikan masalah di lapangan.
Hal ini yang membuat Dedi Mulyadi begitu dicintai oleh warga Jawa Barat. Bahkan ia sudah dikenal sejak masih memimpin Purwakarta.
Sewaktu masih menjadi anggota DPR RI, ia kerap menemui dan membantu warganya yang kesulitan.
Salah satu warga Jawa Barat dalam kesulitan yang Dedi Mulyadi temui yaitu seorang ibu penjual makanan bernama Sari mencari nafkah berkeliling di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Saat ditanya Dedi Mulyadi, ibu tersebut mengatakan suaminya sedang tidak bisa bekerja lantaran sedang masa pemulihan setelah menjalani operasi.
Suaminya mengalami kanker usus, sehingga Sari berkeliling berjualan cilok, tutut, dan bubur kacang untuk mencari nafkah.
Dalam sehari, ia bisa menghasilkan uang Rp200 ribu jika semua dagangannya laku terjual. Namun Sari hanya bisa mendapat keuntungan sebesar Rp30 ribu - Rp40 ribu.
Sebab, Sari harus berbagi keuntungan dengan juragannya.
- Tangkapan Layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Dedi Mulyadi menanyakan jualan serta penghasilannya sambil bercanda.
Ia sempat meminta Sari untuk mencicipi cilok dan tutut jualannya. Sehingga awalnya ia tidak berniat untuk membayar secara penuh.
“Ini tutut sebungkus berapa?” tanya Dedi Mulyadi pada tayangan YouTube Lembur Pakuan Channel.
“Ini Rp5.000,” jawab Sari.
“Karena ibu tadi makan sebiji (tutut), jadi saya tawar ya, Rp4.800. Kan ibu sudah makan sebiji. Kalau cilok mah saya nggak bayar, kan yang makan ibu. Gimana ikhlas nggak?” terang Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengaku tidak punya uang banyak untuk membayar dagangannya.
Saat mengetahui isi dompet KDM yang hanya lembaran uang Rp2.000, Sari pun menyetujui negosiasi dengan Dedi Mulyadi yang hanya dibayar Rp4.800 saja.
Setelah ia akan pergi untuk kembali berjualan, KDM malah memberi uang dalam jumlah besar ke dalam keranjang jualannya.
Menyadari perbuatan Dedi Mulyadi, Sari tidak langsung menerima uangnya. Ia justru mengembalikan uang tersebut kepada KDM.




