Jembatan Baru Sukoharjo Buka Akses Warga Setelah 5 Tahun Terisolasi

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Alfin

TVRINews, Sukoharjo

Setelah lebih dari lima tahun terputus akses langsung, warga di tiga desa di Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, kini kembali terhubung melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Tangkisan.

Jembatan tersebut menghubungkan Dukuh Tanjung Sari di Desa Tangkisan, Dukuh Sari Mulyo di Desa Majasto, serta Dukuh Tambak Rejo di Desa Tambak Boyo. Sebelum jembatan berdiri, warga harus menempuh perjalanan memutar hingga 7 kilometer dengan waktu sekitar 30 menit, meski jarak antardesa hanya membutuhkan 3–5 menit.

Sekretaris Desa Tangkisan, Haryono, menyebut kondisi tersebut sangat menyulitkan aktivitas warga sehari-hari.

“Kita mau ke Pasar Tublik kita harus memutar dulu. Kita bisa menghabiskan waktu paling tidak 30 menit untuk kita berkomunikasi ke Dukuh Tambak Rejo dan Desa Tambak Boyo,” ujar Haryono saat ditemui di lokasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda Desa Tangkisan, Kamis, 23 April 2026.

Ia menambahkan, warga telah lama menantikan akses penghubung tersebut. “Kita sudah menanti untuk itu,” lanjutnya.

Jembatan Perintis Garuda tidak hanya membuka kembali akses mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pertanian, pendidikan, dan sosial.

Haryono menjelaskan, banyak warga memiliki lahan pertanian di desa seberang sungai sehingga sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh untuk menggarap sawah.

Selain itu, akses pelajar menuju sekolah, termasuk SMP Tawang Sari, menjadi lebih mudah setelah jembatan berfungsi.

“Memang benar-benar dibutuhkan untuk akses pendidikan. Terus untuk berkomunikasi bersilaturahmi dari Tanjung Sari ke Tambak Rejo juga berkurang karena harus memutar sekitar 30 menit dengan jarak kurang lebih 7 km,” kata Haryono.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan infrastruktur tersebut. “Alhamdulillah kami sangat senang sekali. Kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah berkenan membantu kami,” ujarnya.

Ketua RW 6 Desa Tangkisan, Purwadi, menyebut kondisi sebelum adanya jembatan sangat menyulitkan petani dan pelajar.

“Terutama dari anak sekolah dan pejuang pangan, petani, itu sangat terganggu,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak warga Desa Tambak Boyo memiliki lahan pertanian di seberang sungai sehingga harus memutar cukup jauh.

“Jadi untuk akses beliau-beliau para petani itu ke sawah, itu jauh banget mas, muternya. Harus lewat mungkin bisa 4 sampai 6 kilo. Membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Itu baru sampai ke lahan,” jelasnya.

Dengan beroperasinya Jembatan Perintis Garuda, warga kini merasakan perubahan besar dalam aktivitas harian. Akses transportasi menjadi lebih cepat, kegiatan ekonomi lebih lancar, dan hubungan sosial antarwarga kembali terhubung setelah lama terhambat.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Melemah Lagi ke Rp 7.445, Saham BRMS, BRPT, hingga MBMA Ambruk
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gempa Hari Ini Kamis 23 April 2026, BMKG: Terjadi Dua Kali Getarkan Indonesia
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Menaker Kawal Sertifikasi Peserta Magang Nasional Batch I, Perusahaan Pelanggar Bakal di-Blacklist
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Masjidil Haram, Masjid Nabawi tetapkan rencana pelayanan haji 2026
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Catat, Ini Jadwal Pencairan Dividen Tunai KEJU Rp89,88 Miliar
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.