Menyusul sukses penyelenggaraan tahun lalu, dengan lebih dari 5.000 peserta, Komix Herbal kembali menghadirkan POTEK Dance Fest 2026, sebuah kompetisi dance tingkat nasional yang siap menjangkau lebih banyak talenta muda di seluruh Indonesia. Dengan konsep yang semakin matang, POTEK Dance Fest 2026 bukan hanya tentang kompetisi. Ini adalah ajakan untuk memulai kebiasaan sehat dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan keseharian anak muda.
Jika tahun lalu mengusung tema K-Pop yang dekat dengan keseharian anak muda, tahun ini POTEK Dance Fest mengajak peserta mengeksplorasi tema Modern dengan sentuhan Indonesian Heritage. Sebuah kombinasi yang memberi ruang untuk tampil kreatif sekaligus membawa identitas budaya ke atas panggung. Pendaftaran acara ini telah dibuka secara daring mulai 20 April hingga 29 Mei 2026 lewat situs www.potekdancefest.com.
Menurut Andry Mahyudi, Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health, antusiasme tahun lalu menjadi bukti bahwa dance bukan sekadar hiburan. “Tahun lalu kami melihat antusiasme luar biasa dari anak muda di berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa dance bisa menjadi medium positif untuk mengekspresikan diri sekaligus menjaga kesehatan. Tahun ini, kami ingin menjangkau lebih banyak talenta dan mengajak lebih banyak anak muda untuk bergerak aktif.”
Tahun ini, POTEK Dance Fest hadir lebih dekat dengan komunitas dance di berbagai daerah. Jika sebelumnya diselenggarakan di 5 area, kini jangkauannya diperluas ke lebih banyak wilayah, mulai dari Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, hingga pulau Ambon.
Andry menjelaskan, setelah mendaftar secara daring, peserta yang lolos seleksi akan mengikuti private offline audition di beberapa kota pada periode 16 Mei hingga 6 Juni. Mereka yang berhasil melaju akan bertanding di babak semifinal (14 Juni - 19 Juli) yang digelar di Medan, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, dan Makassar, hingga tahap grand final yang akan dilaksanakan di Jakarta 28 sampai 31 Agustus 2026.
Arinto Sapto Nugroho, koreografer profesional dan pemilik Alpha Plus Dancer sekaligus juri POTEK Dance Fest sejak tahun lalu, melihat ajang ini sebagai ruang eksplorasi yang penting bagi para dancer muda. “Dance itu bukan cuma soal teknik, tapi juga energi dan konsistensi. Sejak tahun lalu, saya melihat banyak talenta baru dengan karakter kuat dari berbagai daerah. Dengan jangkauan yang lebih luas tahun ini, saya yakin akan semakin banyak talenta yang berani tampil dan menunjukkan identitas mereka,” katanya.
Peserta yang lolos berbagai tahap hingga grand final ini akan dinilai oleh seorang juri kehormatan, Ibuki Imata, dancer dari Jepang yang terkenal secara internasional karena keterampilannya Waacking, juga perannya sebagai figur penting dalam skena street dance di Jepang. Selain dari prestasinya di berbagai ajang dance global, Ibuki juga merupakan mentor dan instruktur dance yang telah melanglang buana mengadakan masterclass bagi para dancer di seluruh dunia.





