REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Arsenal menghadapi tekanan besar dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris musim ini. Laga melawan Newcastle United pada Sabtu (25/4/2026) menjadi salah satu penentu. Kemenangan menjadi harga mati bagi The Gunners.
Tim asuhan Mikel Arteta memasuki pertandingan di Stadion Emirates tanpa ruang untuk kesalahan. Hasil selain kemenangan berpotensi mengembalikan kendali penuh perebutan gelar kepada Manchester City, yang kini berada di puncak klasemen dengan keunggulan tipis.
Baca Juga
Manchester City Salip Arsenal di Puncak Klasemen Liga Inggris Usai Taklukkan Burnley
Manchester City Gusur Arsenal, Burnley Resmi Terdegradasi
Pekan 34 Liga Inggris: Arsenal dan Manchester City Berebut Puncak Klasemen
Arsenal dan City sama-sama mengoleksi 70 poin dengan selisih gol sama-sama 37. Namun, tim asuhan Pep Guardiola unggul produktivitas gol. Situasi ini membuat persaingan semakin sengit menjelang akhir musim.
Kekalahan 1-2 dari Manchester City pada pekan lalu menjadi titik balik bagi Arsenal. Tim London Utara itu sebelumnya memuncaki klasemen selama enam bulan, tapi turun takhta setelah kekalahan tersebut dan kemenangan City 1-0 atas Burnley.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Arsenal kini tidak hanya dituntut meraih hasil maksimal, melainkan juga mengembalikan momentum yang sempat hilang. Arteta menegaskan keyakinannya bahwa peluang juara masih terbuka bagi timnya.
“Ini liga baru sekarang. Semuanya masih bisa terjadi. Kami tidak akan berhenti dan kami akan terus berjuang,” ujar Arteta.
Di sisi lain, Manchester City tidak akan tampil di Liga Primer akhir pekan ini karena fokus menghadapi Southampton pada semifinal Piala FA. Meski demikian, City diyakini tetap memantau ketat langkah Arsenal.
Persaingan sengit juga terjadi di papan bawah klasemen. Dengan Wolverhampton Wanderers dan Burnley telah dipastikan terdegradasi, perebutan posisi aman semakin ketat.