Orasi Ilmiah di Unpatti, Waka MPR Ajak Generasi Muda Siap Menghadapi Disrupsi Global

jpnn.com
16 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, AMBON - Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengungkapkan Indonesia saat ini berada di tengah pusaran disrupsi global yang ditandai oleh perubahan besar di bidang teknologi, kesehatan, geopolitik, dan lingkungan.

Hal itu disampaikannya saat didaulat orasi ilmiah tentang posisi Indonesia dalam pusaran disrupsi global dan tantangan serta peluang bagi kaum muda dalam rangkaian acara Wisuda dan Dies Natalis ke-63 Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

BACA JUGA: Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026 Berkat Konsistensinya Mengawal Isu Energi Hijau

Menurut Eddy, sejarah mencatat sejumlah momentum besar yang mengubah tatanan dunia, mulai dari revolusi industri, perang dunia, revolusi digital, hingga perkembangan kecerdasan buatan dan pandemi Covid-19.

Saat ini, lanjut Eddy, dunia kembali menghadapi tekanan besar akibat konflik geopolitik, krisis energi, serta ancaman krisis iklim.

BACA JUGA: Waka MPR Eddy Soeparno Puji Langkah Prabowo Evaluasi MBG Agar Lebih Tepat Sasaran

"Perlu ditegaskan disrupsi yang terjadi saat ini memiliki karakter yang jauh lebih cepat, luas, dan berdampak simultan di berbagai sektor," ungkap Eddy dalam keterangannya, Jumat (23/4)

Dia mengatakan perang di Timur Tengah dan ketegangan global telah mengganggu rantai pasok energi dan industri.

BACA JUGA: Dubes UAE Temui Waka MPR Eddy, Bahas Perluasan Kerja Sama Bidang Energi Terbarukan

"Dampaknya terasa langsung pada kenaikan harga berbagai komoditas, termasuk energi, pangan, hingga transportasi,” kata Eddy.

Eddy juga menyoroti pentingnya ketahanan energi nasional.

Dia menilai Indonesia menghadapi dilema energi, di mana energi fosil masih dominan, namun transisi menuju energi bersih tidak bisa ditunda.

“Produksi migas nasional perlu ditingkatkan, tetapi di saat yang sama, transisi energi harus dipercepat. Elektrifikasi, bioenergi, serta pengembangan energi baru seperti hidrogen dan nuklir menjadi bagian dari solusi jangka panjang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Eddy menekankan perubahan global ini juga akan mengubah struktur pasar tenaga kerja.

Transisi energi, misalnya, diprediksi akan melahirkan industri hijau dan lapangan pekerjaan baru (green jobs).

Namun, hal ini membutuhkan kesiapan sumber daya manusia.

Reskilling dan upskilling menjadi keharusan. Dunia pendidikan harus terhubung erat dengan kebutuhan industri melalui konsep link and match,” jelasnya.

Di akhir paparannya, Eddy mengajak generasi muda untuk tidak melihat disrupsi sebagai ancaman semata, melainkan sebagai peluang untuk berkembang.

“Para pemenang adalah mereka yang mampu beradaptasi cepat, jeli melihat peluang, dan tetap berprestasi di tengah ketidakpastian. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia dan berkontribusi di bidang masing-masing,” tutupnya.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun dan Sekda Provinsi Maluku Ir. Sadali. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sederet Negara yang “Tersandera” karena Bergantung pada LPG untuk Masak
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Georgios Donis Pimpin Arab Saudi di Piala Dunia 2026
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Serba-Serbi Kebijakan Pajak Kendaraan Listrik Picu Pro-Kontra di Tengah Transisi Energi
• 44 menit lalukompas.tv
thumb
Pimpinan Pertamina Dituntut 12 Tahun Penjara 
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Wakapolri Minta Brimob Pakai Prinsip Melayani, Bukan Menghadapi
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.