Terobosan Ramadan: MAN Surabaya Cetak 25 Pembaca Kitab Mumtaz

tvrinews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Masrul Fajrin

TVRINews, Surabaya

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya menorehkan capaian gemilang dalam dunia pendidikan Islam dengan meluluskan 25 siswa-siswi berpredikat Mumtaz dalam Uji Publik Program Cepat Baca Kitab Kuning. 

Prestasi ini diraih melalui terobosan Metode Muyassaroh yang memadatkan proses pembelajaran kitab klasik menjadi sangat singkat. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Muhammad Muslim, yang hadir langsung untuk menguji, mengaku takjub dengan kualitas yang ditunjukkan para peserta. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini mematahkan anggapan umum tentang sulitnya menguasai kitab kuning dalam waktu singkat.

"Saya merasa sangat puas dengan hasil uji publik hari ini. Sebanyak 25 siswa-siswi MAN Kota Surabaya lulus dengan predikat Mumtaz (istimewa). Ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki kualitas yang betul-betul mumpuni," ujar Muhammad Muslim, Kamis, 23 April 2026.

Lebih lanjut, ia menyoroti efisiensi waktu yang menjadi kunci keberhasilan program ini. Menurutnya, metode yang diadopsi MAN Kota Surabaya ini merupakan lompatan besar yang patut dicontoh oleh lembaga pendidikan lain.

"Hanya dengan sekitar 15 hingga 16 kali pertemuan, mereka sudah bisa. Saya sampaikan terima kasih kepada Kepala MAN Surabaya dan tim atas capaian ini," imbuhnya.

Kepala MAN Kota Surabaya, Fathorrakhman, mengungkapkan bahwa rahasia di balik kesuksesan ini adalah intensitas dan fokus program yang digelar selama momen spiritual Ramadan. Pelatihan intensif yang awalnya hanya menargetkan percepatan dasar, justru membuahkan hasil yang melampaui ekspektasi.

"Program ini kami laksanakan selama 15 hari di bulan Ramadan. Karena padatnya agenda, uji publiknya baru bisa kita laksanakan hari ini," terang Fathorrakhman.

Demi menjaga standar kualitas yang ketat, uji publik ini tidak hanya melibatkan guru internal madrasah. Proses pengujian dilakukan secara komprehensif oleh dewan penguji eksternal yang kredibel, di antaranya Pembimbing dari Pondok Dalwa, Kepala Kantor Kemenag, Kepala KUA setempat, hingga perwakilan wali murid.

"Anak-anak diuji mulai dari kelancaran membaca kitab, ketepatan I'rab (tata bahasa Arab), hingga pemahaman isinya. Alhamdulillah, semuanya sukses," tambahnya memastikan ujian menyasar tiga aspek krusial dalam literasi kitab kuning.

Melihat antusiasme dan validasi positif dari berbagai pihak, MAN Kota Surabaya berkomitmen untuk mengembangkan program revolusioner ini. Pihak madrasah tengah menyusun rencana strategis untuk membuka lebih banyak kuota kelas pada periode mendatang.

Fathorrakhman menyatakan bahwa ekspansi program akan dilakukan secara terukur. Meskipun akan menambah jumlah kelas, batasan maksimal siswa per kelas akan tetap dipertahankan. 

Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa setiap santri tetap mendapatkan bimbingan intensif dan personal, sehingga kualitas lulusan Mumtaz dapat terus dijaga secara konsisten.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Catat! Produk Makanan hingga Kosmetik Wajib Bersertifikat Halal pada Oktober 2026
• 13 jam laluokezone.com
thumb
AS Butuh Waktu 6 Bulan untuk Bersihkan Selat Hormuz dari Ranjau Iran
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Harga Gas Elpiji Nonsubsidi Naik, Dedi Mulyadi Ajak Warga Olah Kotoran Sapi Jadi Biogas hingga Manfaatkan Kayu Bakar
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Sebagian Wilayah Jatim Hari Ini
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Wamensos-Wawalkot Balikpapan Bahas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.