Jakarta, tvOnenews.com - Harga gas Elpiji nonsubsidi naik sejak 18 April 2026. Di Jawa Barat gas Elpiji 12 kilogram naik menjadi Rp228.000 per tabung dan gas Elpiji 5,5 kilogram naik menjadi Rp107.000 per tabung.
Pemerintah memastikan harga gas Elpiji subsidi 3 kilogram tidak mengalami kenaikan.
Meski begitu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong warganya untuk mulai membangun kemandirian energi secara swadaya untuk mengantisipasi gejolak ekonomi di masa depan.
Gubernur yang lebih akrab disapa Kang Dedi Mulyadi ini mengajak warganya untuk memanfaatkan potensi limbah di lingkungan.
Salah satu contohnya, yakni sampah dan pengolahan kotoran sapi menjadi biogas sebagai bahan bakar alternatif pengganti gas Elpiji.
"Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah, bisa, listrik, bisa," ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Menurut Dedi Mulyadi, langkah ini merupakan strategi bertahan hidup paling realistis bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga energi global.
Kemampuan adaptasi masyarakat terhadap kenaikan harga, sambung dia, harus dibarengi dengan keberanian kembali ke cara-cara tradisional yang dimodernisasi.
"Saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas. Jadi memang kita harus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita," terangnya.
Atau, Dedi Mulyadi pun menyarankan masyarakat perkotaan untuk migrasi ke kompor listrik sebagai alternatif pengganti gas nonsubsidi.
Untuk masyarakat perkampungan, KDM menyarankan optimalisasi kembali penggunaan kayu bakar. (ant/nsi)




