Inovasi Deteksi Jam Biologis Hanya Melalui Sehelai Rambut

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Penelitian terbaru dalam jurnal PNAS memperkenalkan HairTime, sebuah alat uji noninvasif yang mampu memetakan ritme sirkadian seseorang hanya dari sampel sel folikel rambut. Teknologi ini menjadi solusi praktis menggantikan metode standar DLMO yang rumit dan memerlukan pengambilan sampel darah atau air liur berulang kali. Dengan HairTime, sampel dapat diambil secara mandiri kapan saja tanpa bantuan medis, menjadikannya terobosan besar dalam memantau jam internal yang mengatur siklus tidur hingga metabolisme tubuh.

Secara teknis, HairTime bekerja dengan menganalisis ekspresi 17 biomarker transkrip genetik pada akar rambut menggunakan algoritma machine learning. Teknologi ini memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi dengan deviasi kurang dari satu jam dibandingkan tes laboratorium konvensional. Selain menentukan fase waktu (fase), HairTime juga mampu mengukur kekuatan ritme genetik atau "skor amplitudo", yang memberikan informasi tambahan mengenai bagaimana penuaan atau penyakit tertentu memengaruhi jam biologis manusia.

Dalam pengujian terhadap lebih dari 4.000 individu, HairTime membuktikan skalabilitasnya untuk penelitian global karena sampel rambut stabil disimpan pada suhu ruangan. Data tersebut mengungkap bagaimana faktor gaya hidup, seperti jadwal kerja dan paparan cahaya, dapat mengubah waktu internal seseorang secara dinamis. Penelitian ini juga mengonfirmasi adanya fenomena plastisitas sirkadian, di mana ritme tubuh seseorang bisa mengalami pergeseran nyata antara hari kerja dan akhir pekan.

Ke depannya, HairTime akan menjadi fondasi bagi pengobatan presisi berbasis waktu atau kronoterapi. Dengan mengetahui jam biologis individu secara akurat, dokter dapat menentukan waktu pemberian obat yang paling tepat untuk memaksimalkan efektivitas dan meminimalkan efek samping. Selain bermanfaat bagi pemantauan kesehatan pekerja sif dan penderita gangguan tidur, inovasi ini membuktikan bahwa sehelai rambut kini menjadi kunci untuk mengoptimalkan kesehatan sesuai dengan ritme alamiah tubuh.

Referensi:

Maier, B., Pilzak, L. K., Özcakir, S., dkk. (2026). HairTime: A noninvasive assay for estimating circadian phase from a single hair sample. Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), 123(13), e2514928123. doi:10.1073/pnas.2514928123.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Dibuka Melemah, Harga Minyak Tinggi dan Geopolitik Tekan Pasar
• 14 menit lalurepublika.co.id
thumb
Pengisian Perdana Avtur Haji Surabaya Lancar
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KPK Usulkan Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Dua ART Lompat dari Lantai 4 Kos di Benhil, Satu Tewas dan Lainnya Luka Parah
• 14 jam laludisway.id
thumb
Menlu: Indonesia Tidak Akan Kenakan Tarif di Selat Malaka
• 18 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.