Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa ada beberapa negara yang melakukan permintaan untuk pemasokan pupuk urea. Di Indonesia sendiri, produksi pupuk urea mencapai 7,8 ton dengan kebutuhan sekitar 6 juta ton.
"Maka terdapat surplus produksi yang bisa digunakan sebagai ekspor ke negara yang membutuhkan," ujar Amran di Graha Mandiri, Jakarta pada Rabu, 22 April 2026.
Baca Juga :
Stok Bahan Baku Aman, Distribusi Pupuk Subsidi Semakin LancarAda lima negara yang berminat membeli pupuk urea Indonesia yaitu:
- India
- Filipina
- Thailand
- Australia
- Brasil.
Ilustrasi Pexels
Konflik Amerika Serikat-Isreal dengan Iran memicu lonjakan permintaan produsen pupuk alternatif. Sebanyak 30% jalur pupuk dalam perdagangan dunia melewati Selat Hormuz, sehingga saat jalur ini ditutup, pasokan distribusi pupuk juga terganggu.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, berdasarkan laporan riset BMI, bagian dari Fitch Solutions, negara di kawasan Asia Tenggara sendiri diperkirakan mengalami pertumbuhan konsumsi pupuk. Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan yang signifikan.
Tidak hanya berguna bagi sektor pertanian, urea juga dibutuhkan dalam industri kimia, kosmetik, dan bahan tambahan pakan ternak.
(Eunike Michelle Gultom)



