Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M. Sarmuji menyoroti Indonesia yang menempati peringkat kedua sebagai negara paling kuat dalam menghadapi krisis energi global tahun 2026. Sarmuji menyebut, capaian itu merupakan hasil keras keras dan cerdas pemerintah.
Adapun capaian itu didasarkan riset JP Morgan Asset & Wealth Management dalam laporan 'Pandora's Box: The Global Energy Shock of 2026,' Sarmuji menyebut capaian ini patut diapresiasi, terutama di tengah tekanan geopolitik akibat konflik di Timur Tengah.
"Situasi global saat ini tidak mudah. Konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berdampak langsung pada rantai pasok energi dunia dan memicu ketidakpastian harga. Dalam konteks ini, posisi Indonesia yang relatif kuat bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan hasil kerja keras dan cerdas dalam membaca situasi," kata Sarmuji dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Dia menegaskan, capaian tersebut menjadi lebih berarti mengingat Indonesia merupakan negara net importir energi, khususnya minyak. Sarmuji mengatakan, kemampuan bertahan dalam tekanan global menunjukkan kombinasi kebijakan yang tepat antara pengelolaan sumber daya domestik dan strategi mitigasi risiko.
Menurut Sarmuji, ketahanan Indonesia ditopang struktur energi domestik yang solid, karena 77 persen kebutuhan energi nasional relatif terlindungi. Komposisinya terdiri dari batu bara sebesar 48 persen, gas 22 persen, serta energi terbarukan sebesar 7 persen.
Meski demikian, Sekjen Partai Golkar tersebut mengingatkan situasi global masih sangat dinamis dan penuh ketidakpastian. Dia meminta pemerintah terus memperkuat bauran energi nasional, mempercepat pengembangan energi terbarukan dan meningkatkan efisiensi dan ketahanan sektor energi secara menyeluruh.
"Capaian ini harus dijaga dan ditingkatkan. Ketahanan energi bukan hanya soal hari ini, tetapi juga kesiapan menghadapi masa depan yang penuh risiko. Pemerintah perlu terus bekerja keras dan cerdas agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga makin mandiri di sektor energi," tuturnya.
Berikut peringkat negara dengan ketahanan energi tertinggi berdasarkan riset JP Morgan Asset & Wealth Management:
1. Afrika Selatan - 79%
2. Indonesia - 77%
3. China - 76%
4. Amerika Serikat - 70%
5. Australia - 68%
6. Swedia - 66%
7. Pakistan - 65%
8. Rumania - 64%
9. Peru - 63%
10. Kolombia - 60%
(wnv/wnv)





