Tanpa Ampun! Iran Hukum Gantung Warganya yang Jadi Mata-mata Mossad

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Pihak berwenang Iran telah mengeksekusi hukuman mati terhadap seorang anggota organiasi Mujahedeen-e Khalq (MKO). Eksekusi mati ini diterapkan setelah anggota organisasi tersebut dinyatakan bersalah oleh pengadilan tertinggi Iran atas sejumlah serangan serta aksi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad.

Anggota organisasi itu diketahui bernama Soltanali Shirzadi-Fakhr dihukum gantung pada Kamis waktu Iran setelah seluruh proses hukum rampung dan putusan akhirnya disahkan oleh Mahkamah Agung Iran.

Baca Juga :
Pemerintah Turun Tangan Pastikan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026
Terpopuler: Jose Mourinho Kembali Latih Real Madrid, Timnas Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Melansir laman presstv.ir, Jumat 24 April 2026, selama bertahun-tahun anggota MKO tinggal di Irak. Di sana mereka mendapat perlindungan dan persenjataan dari mantan dictator Irak, Saddam Husein. Mereka bahkan berpihak pada Sadam Hussein dalam perang Iran-Irak pada tahun 1980 lalu ikut membantunya menekan pemberontakan di berbagai wilayah Irak.

Lebih dari 17.000 warga Iran, sebagian besar di antaranya sipil, dilaporkan tewas akibat aksi teror yang dilakukan MKO, termasuk pengeboman di tempat umum dan pembunuhan terarah.

Shirzadi-Fakhr menyeberang ke Irak pada 1987 dan bergabung dengan MKO. Di sana, ia mendapat pelatihan mengenai ideologi dan struktur organisasi tersebut di bawah arahan para pemimpinnya, Masoud dan Maryam Rajavi.

Ia juga dilatih menggunakan berbagai persenjataan berat, mulai dari peluncur granat roket (RPG), mengemudikan tank dan kendaraan lapis baja, mengoperasikan meriam anti-pesawat, hingga menembakkan senapan mesin berat.

Berdasarkan pengakuannya, ia terlibat dalam sejumlah operasi MKO yang gagal, termasuk Forough-e Javidan dan Chelcheraq. Ia juga termasuk di antara anggota yang terluka saat bentrokan dengan tentara Irak ketika Kamp Ashraf diserbu pada April 2011 lalu.

Setelah pemerintah Irak mengambil alih Kamp Ashraf, Shirzadi-Fakhr kemudian pindah ke Spanyol.

Ia selanjutnya ditugaskan oleh Mossad untuk menjalankan operasi rahasia di dalam wilayah Iran. Untuk itu, ia kembali ke Iran dengan dalih ingin bertemu keluarga.

Namun, setibanya di Iran, ia langsung ditangkap oleh aparat intelijen sebelum sempat melakukan aksi apa pun.

Setelah melalui proses pemeriksaan dan penyelidikan, ia dinyatakan bersalah atas tuduhan memerangi Tuhan (muharebeh) karena keterlibatannya dalam aksi teror terhadap masyarakat dan fasilitas umum, keanggotaan dalam organisasi teroris, serta kerja sama dengan pihak Israel.

Baca Juga :
Tak Semudah Itu Ferguso! FIFA Tegaskan Tak Ada Rencana Gantikan Iran Meski Diusulkan Utusan Khusus Trump
Aksi Balasan atas Blokade AS, Iran Mulai Tangkap Kapal Asing di Selat Hormuz
Butuh Waktu Enam Bulan Bersihkan Selat Hormuz dari Ranjau Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satu Gol Lagi Tocantins Cetak Rekor PSS, Ansyari Lubis: Semua Pemain Harus Dukung Dia
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Pemegang Saham Warner Bros Setuju Diakuisisi Paramount usai Netflix Mundur
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Singapura dan Malaysia Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Paul Munster Puji Kualitas Gelandang Andalan Nova Arianto di Timnas Indonesia U-20: Dia Pemain Masa Depan Skuad Garuda!
• 22 jam lalubola.com
thumb
Berbakat Banget! Yuk Intip 5 Rekomendasi Lagu yang Ditulis oleh Mark Lee eks NCT
• 20 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.