Konsumsi Jemaah Haji di Madinah 2026 Didistribusikan Langsung ke Hotel

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Madinah

Layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia di Kota Madinah pada musim haji 2026 disiapkan dengan sistem distribusi langsung ke hotel tempat jemaah menginap. Skema ini diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan, menjaga kesehatan, serta mendukung kekhusyukan ibadah selama di Tanah Suci.

Sebanyak 23 dapur katering dilibatkan dalam penyediaan makanan bagi jemaah. Seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian, diawasi secara ketat guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan sesuai standar kesehatan.

Distribusi Tiga Kali Sehari

Makanan disalurkan langsung ke hotel jemaah sebanyak tiga kali sehari, meliputi sarapan, makan siang, dan makan malam. Sistem ini memudahkan jemaah, terutama lanjut usia, karena tidak perlu keluar dari penginapan untuk mendapatkan makanan.

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, menjelaskan bahwa jadwal distribusi telah diatur secara terperinci.

“Distribusi makanan dilakukan tiga kali sehari, pagi pukul 05.00–08.00 WAS, siang pukul 12.00–14.00 WAS, dan malam pukul 17.00–19.00 WAS,”kata Indri dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2026.

Uji Kelayakan dan Standar Gizi

Sebelum makanan dibagikan kepada jemaah, petugas melakukan uji kelayakan atau meal test untuk memastikan kualitas dan kesesuaian porsi.

“Kami melakukan uji coba terlebih dahulu sebelum makanan diberikan kepada jemaah, untuk memastikan standar gramasi dan kualitasnya sesuai ketentuan,”jelasnya.

Ia menambahkan, komposisi makanan tahun ini mengalami peningkatan berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan kalangan akademisi.

Asupan protein ditingkatkan dari 75 gram menjadi 80 gram, sementara porsi nasi naik dari 150 gram menjadi 170 gram. Selain itu, jemaah juga mendapatkan tambahan menu seperti buah, susu, puding, serta air mineral 600 ml setiap hari.

Cita Rasa Nusantara

Menu yang disajikan dirancang dengan cita rasa khas Indonesia menggunakan bumbu pasta asli Nusantara. Hal ini dilakukan agar makanan lebih sesuai dengan selera jemaah selama berada di Madinah.

Perhatian Khusus untuk Lansia

Untuk jemaah lanjut usia, layanan konsumsi disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Penyesuaian dilakukan berdasarkan koordinasi antara petugas konsumsi dengan ketua kloter.

“Untuk lansia, konsumsi disesuaikan dengan permintaan dari ketua kloter yang kemudian diteruskan kepada petugas di hotel,”ungkapnya.

Imbauan Konsumsi Tepat Waktu

Jemaah diimbau untuk segera mengonsumsi makanan maksimal dua jam setelah diterima guna menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Dengan sistem distribusi langsung ini, diharapkan jemaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah tanpa terganggu oleh kebutuhan logistik harian.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketahanan Pangan RI Cetak Sejarah Baru, Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton
• 20 jam laludisway.id
thumb
Asing Lanjut Jualan Rp978,65 Miliar, Saham-saham Ini Digempur
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini (24/4) Mandek, Ukuran 1 Gram Masih Dibanderol Rp2,805 Juta
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Senator Angelo Wake Kako Dorong Inseminasi Buatan untuk Kejar Swasembada Daging dan Susu di NTT
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Ziarah ke Makam Nabi dan Mengunjungi Taman Surga Raudhah
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.