Senator Angelo Wake Kako Dorong Inseminasi Buatan untuk Kejar Swasembada Daging dan Susu di NTT

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Senator asal Nusa Tenggara Timur  (NTT) Angelius Wake Kako mendorong percepatan program inseminasi buatan (IB) sebagai strategi kunci menuju swasembada daging dan susu, khususnya di NTT.

Dia menyebut upaya tersebut dikemas dalam gerakan bertajuk “Senator Inseminator” yang kini mulai dijalankan langsung di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Wamen Viva Yoga Tegaskan Pemerintah Ingin Wujudkan Swasembada Daging dan Susu

Senator Angelo sapaan akrab Wakil Ketua Komite II DPD RI itu turun langsung dalam kegiatan “Aksi Nyata Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (PVPV) 2026” yang digelar oleh Kemenko Bidang PMK di Bale Gede Pakuan, Bandung, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia sektor peternakan agar lebih kompeten dan siap kerja.

BACA JUGA: Sekarang Impor Susah, Pemerintah Harus Mulai Berpikir Swasembada Daging

"Sektor peternakan adalah masa depan Indonesia. Kalau kita serius, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi raksasa baru di bidang ini,” kata Angelo di sela kegiatan.

Menurutnya, inseminasi buatan merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan produktivitas ternak secara cepat dan terukur.

BACA JUGA: Kementan Optimistis Target Swasembada Daging Sapi 2026 Tercapai

Program ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong “revolusi putih”, yakni target swasembada daging dan susu nasional.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, Angelo mengaku telah mulai mengimplementasikan program inseminasi buatan di Nusa Tenggara Timur. Ia ingin memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam rantai produksi peternakan.

"Konsepnya sederhana, kita ingin masyarakat Nusa Tenggara Timur terlibat langsung dalam agenda swasembada pangan, khususnya di sektor peternakan sapi,” ujarnya.

Melalui gerakan “Senator Inseminator”, Angelo aktif turun ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi sekaligus praktik langsung inseminasi buatan.

Dia mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembangunan kesadaran (awareness) masyarakat serta pelibatan aktif (to be involved) peternak lokal.

"Pertama, kita bangun kesadaran bahwa swasembada itu penting. Kedua, kita libatkan masyarakat sebagai aktor utama, bukan sekadar penonton,” tegasnya.

Inseminasi buatan sendiri memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari peningkatan mutu genetik ternak, peningkatan angka kelahiran secara teratur, hingga optimalisasi penggunaan bibit pejantan unggul.

Selain itu, metode ini juga dinilai efektif dalam menekan risiko penularan penyakit pada ternak.

Angelo berharap gerakan ini dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mempercepat swasembada daging dan susu.

Dia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

"Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal keberpihakan kebijakan dan keterlibatan masyarakat. Kalau semua bergerak bersama, target swasembada bukan hal yang mustahil,” ujar Senator Angelo.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspadai Gelombang Tinggi 4 Meter pada 24-27 April 2026
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Kerja Sama Overflight Clearance dengan Amerika Dinilai Anomali
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bintang Timnas Indonesia Ini Berpotensi Susul Thom Haye ke Tanah Air, Diminati Dua Klub Super League
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Makkah Tangkap 5 Penjual Jasa Haji Ilegal di Medsos, Gepokan Uang Disita
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal 4 Film Indonesia di Minggu Terakhir April 2026: Para Perasuk hingga Dilan ITB 1997
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.