Kemenperin Sebut Industri Agro Tetap Tangguh Hadapi Dinamika Global

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kemenperin menegaskan industri agro nasional, khususnya sektor makanan dan minuman, tetap mampu menjaga keberlanjutan produksi di tengah dinamika global.

Kemenperin Sebut Industri Agro Tetap Tangguh Hadapi Dinamika Global (FOTO:Dok Kemenperin)

IDXChannel - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan industri agro nasional, khususnya sektor makanan dan minuman, tetap mampu menjaga keberlanjutan produksi di tengah dinamika global yang memengaruhi harga bahan baku plastik. 

Pemerintah terus mendorong pengembangan bahan kemasan alternatif guna memperkuat daya saing industri nasional.

Baca Juga:
Wamenaker Sebut Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah Tetapi Kompetensi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah, berpotensi memengaruhi rantai pasok bahan baku kemasan. 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi momentum untuk memacu industri kemasan dalam negeri yang ramah lingkungan, berdaya saing, dan kompetitif.

Baca Juga:
Pemerintah Garap Perbaikan 15.000 Rumah Tak Layak Huni di Wilayah 3T

“Industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor yang banyak memanfaatkan produk plastik untuk berbagai kebutuhan kemasan. Situasi geopolitik di Timur Tengah saat ini menjadi peluang untuk memacu peningkatan efisiensi sekaligus mempercepat inovasi kemasan alternatif yang lebih berkelanjutan,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menambahkan, pelaku industri telah mulai melakukan diversifikasi material kemasan dengan memanfaatkan kertas, kaca, logam, serta bahan plastik hasil daur ulang seperti recycled PET (rPET). 

Baca Juga:
KPK Dalami Peruntukan Dana CSR yang Menjerat Wali Kota Madiun

Khusus kemasan berbahan dasar kertas, Kemenperin menilai industri pulp dan kertas nasional memiliki fondasi kuat untuk mendukung transformasi kemasan. Pada 2025, industri ini didukung 113 perusahaan dengan kapasitas produksi pulp mencapai 14,48 juta ton per tahun dan kertas 25,37 juta ton per tahun. Nilai ekspornya mencapai USD8,2 miliar, sekaligus menyerap sekitar 1,48 juta tenaga kerja.

“Potensi pengembangan kemasan berbasis kertas sangat besar, terutama untuk kebutuhan ritel, industri mamin, e-commerce, dan logistik. Saat ini kita juga fokus dalam pengembangan aseptic packaging yang banyak digunakan oleh industri makanan dan minuman untuk mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok dingin (cold chain). Ke depan, inovasi seperti barrier paper, paper bottle, nano-cellulose coating dan active paper packaging perlu terus diperkuat melalui riset dan investasi,” kata Putu.

Baca Juga:
Tertinggi Sepanjang Sejarah, Wamentan Sebut Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton di Era Prabowo

Selain kemasan berbasis kertas, Kemenperin juga memacu pengembangan bioplastik berbasis bahan hayati seperti singkong dan rumput laut. 

Sejumlah pelaku industri dalam negeri telah memulai produksi kemasan ramah lingkungan berbasis pati singkong maupun seaweed-based packaging. Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri ini karena merupakan salah satu produsen utama ubi kayu dan rumput laut dunia.

Baca Juga:
AS Akan Tembaki Kapal Iran yang Menanam Ranjau di Selat Hormuz

“Saat ini sudah ada beberapa pelaku usaha bioplastik berbahan baku ubi kayu dan rumput laut. Berdasarkan data SIINas, total kapasitas industri bioplastik berbahan baku ubi kayu sebesar 8 ribu ton per tahun, sedangkan total kapasitas industri bioplastik berbahan baku rumput laut sebesar 28 ton per tahun,” kata Putu.  

Sebagai penutup, Kemenperin menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan global dan memfokuskan kebijakan pemerintah untuk memperkuat struktur industri nasional melalui diversifikasi bahan baku, penguatan sektor hulu, dan pengembangan diversifikasi produk kemasan. 

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperkuat ketahanan industri agro Indonesia menghadapi gejolak eksternal.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Usul Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi, Demokrat: Diatur Internal Parpol
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Perubahan Iklim Sebar Penyakit Tidak Dikenal
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persebaya Permalukan Malut United di Kandang
• 16 jam lalurealita.co
thumb
Menhan AS di Balik Mundurnya Para Pejabat Pertahanan
• 18 jam laludetik.com
thumb
Harga BBM Terbaru 24 April 2026, BBM Nonsubsidi Naik
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.