Optimistis Bangun Perbatasan, Tito Karnavian Sebut Program RTLH Bakal Pancing Sektor Lain

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tito Karnavian optimistis program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) akan menjadi motor penggerak ekonomi & pembangunan wilayah.

"Bedah rumah di perbatasan ini bisa juga men-trigger, men-encouragemendorong teman-teman dari kementerian lain juga untuk buat program di perbatasan. Entah di bidang pasar mungkin, atau bangun dermaga, kemudian sekolah, spesifik yang untuk di daerah perbatasan," kata Tito dalam konferensi pers terkait Program 15.000 Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kawasan Perbatasan, di Kantor BNPP, Jakarta, Kamis.

BACA JUGA: Program Bedah Rumah 15 Ribu Unit Kawasan Perbatasan Gunakan APBN, Sebegini Anggarannya

Mendagri mengatakan program yang dijalankan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut adalah wujud nyata upaya pemerintah dalam menghadirkan keadilan pembangunan bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Tito mengungkapkan program disusun untuk benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat di wilayah tersebut. Program ini juga disusun untuk meningkatkan kesejahteraan warga perbatasan agar merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia.

Ia menilai peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan juga memiliki dampak strategis dalam memperkuat ketahanan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait optimistis program bedah rumah tersebut akan memicu roda perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan di wilayah perbatasan.

"Ada kegiatan ekonomi karena misalnya mereka akan pesan barang dari toko material, toko material akan hidup, semennya, pasirnya, truk-truk yang mengangkut ke tempat proyek juga akan hidup sopirnya, ibu-ibu yang jualan, warung juga akan jalan. Ekonomi itu kan bergerak secara utuh, tambah lapangan kerja," kata Maruarar.

Ia menyebut total anggaran Kementerian PKP pada 2026 mencapai lebih dari Rp10 triliun, dengan sebagian besar difokuskan untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

“Anggaran kami itu sekitar Rp 10 triliun lebih, 80 persen kami dedikasikan untuk bedah rumah,” ujarnya.

Ia menjelaskan alokasi tersebut setara dengan sekitar Rp8 triliun yang digunakan untuk mendukung target renovasi rumah secara nasional.

Menurut dia, program BSPS menjadi bagian dari target pemerintah untuk merenovasi sekitar 400.000 rumah pada 2026, meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Dibuka Melemah 0,09 Persen di Tengah Bursa Asia yang Bervariasi
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
4 Drakor Romantis-Komedi Terbaru yang Siap Bikin Baper di Weekend, Bisa Nonton di Netflix
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
Foto: 486 Terduga Anggota Geng Jalani Sidang Massal Terbesar di El Salvador
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Lo Kheng Hong Kecipratan Lonjakan Saham Bank Danamon (BDMN)
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Keberangkatan Perdana Jamaah Haji Lampung Dimulai 25 April 2026 dengan 445 CJH Kloter JKG 7
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.