Di tengah reli tajam saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dalam sepekan terakhir, investor kenamaan Lo Kheng Hong ikut kecipratan untung.
IDXChannel - Di tengah reli tajam saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dalam sepekan terakhir, investor kenamaan Lo Kheng Hong (LKH) ikut kecipratan untung.
Lonjakan harga yang mencapai puluhan persen itu membuat nilai investasi sang Warren Buffett Indonesia tersebut ikut terdongkrak, seiring posisinya yang tercatat sebagai pemegang saham terbesar kelima perseroan.
Berdasarkan data resmi perusahaan per 31 Maret 2026, Pak Lo, sapaan akrabnya, berada di urutan kelima dalam daftar 20 besar pemegang saham, dengan kepemilikan sebanyak 30,19 juta saham atau setara 0,3 persen.
Di pasar, saham BDMN kembali menguat pada perdagangan Kamis (23/4/2026), memperpanjang reli lima hari beruntun di tengah respons manajemen terhadap rumor pasar, mulai dari isu akuisisi hingga wacana go private.
Hingga pukul 11.53 WIB, saham BDMN melambung 8,05 persen ke Rp4.160 per unit. Nilai transaksi mencapai Rp366,3 miliar dan volume 81,30 juta saham, melampaui rata-rata 20-hari yang hanya 7,8 juta saham.
Sehari sebelumnya saham BDMN sempat menyentuh auto rejection atas (ARA) 25 persen.
Dengan ini, saham BDMN melonjak 77,02 persen hanya dalam kurun sepekan.
Sebelumnya, di tengah lonjakan tersebut, beredar kabar di kalangan pelaku pasar mengenai potensi aksi korporasi. Sumber anonim kepada IDXChannel, Rabu (22/4), menyebutkan sisa saham BDMN dirumorkan akan dibeli oleh MUFG pada kisaran harga premium atau di atas harga pasar.
Sumber lain yang juga enggan disebutkan identitasnya menambahkan, rumor lain berkaitan dengan isu delisting atau go private, seiring ketentuan free float minimum 15 persen yang dinilai sulit dipenuhi.
Saat ini, MUFG Bank tercatat menguasai 92,47 persen saham BDMN, sementara kepemilikan publik (scripless) hanya sekitar 7,47 persen.
Merespons kabar di atas, Chief Strategy Officer Bank Danamon Indonesia, Reza Iskandar Sardjono, menegaskan pihaknya tidak akan menanggapi isu yang beredar di pasar.
“Kami tidak dapat berkomentar terhadap rumor atau spekulasi,” kata Reza kepada IDXChannel.com, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, dinamika harga saham sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar.
“Pergerakan harga saham Danamon di pasar modal dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran dalam mekanisme pasar, yang seluruhnya berada di luar kendali Danamon,” ujar dia.
Lebih lanjut, Reza menekankan fokus perseroan tetap pada penguatan fundamental bisnis.
“Danamon senantiasa berfokus dalam mengelola kegiatan usahanya sejalan dengan prioritas strategisnya, menjadi penyedia solusi finansial terpercaya bagi nasabah, dan terus berkontribusi bagi pertumbuhan industri jasa keuangan dan perekonomian Indonesia,” tutur Reza. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.





