Paus Leo Soroti Gagalnya Diplomasi Iran-Amerika Serikat: Semua Menderita

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemimpin Gereja Katolik, Pope Leo kembali menyoroti jalan perang dari Israel, Amerika Serikat dan Iran. Pihaknya kecewa dengan belum adanya kejelasan terkait dengan negosiasi damai antara ketiganya di Timur Tengah.

Leo mengungkapkan keprihatinan atas mandeknya pembicaraan damai antara ketiga negara yang dinilai memperpanjang konflik antara Washington, Tel Aviv dan Teheran. 

Baca Juga: Usai Dikritik Trump, Paus Leo Akhirnya Kecam Kematian Demonstran di Iran

"Suatu hari Iran mengatakan ya, Amerika Serikat mengatakan tidak, dan sebaliknya. Kita tidak tahu ke mana arahnya," katanya.

Menurutnya, hal ini akan membawa penderitaan berkepanjangan untuk masyarakat dari pihak-pihak terkait, khususnya mereka yang berada dalam kawasan seperti di Iran.

"Situasi ini masih kacau… dan seluruh masyarakat, orang-orang tak bersalah, menderita karena perang ini," tegasnya..

Paus Leo juga menegaskan sikapnya yang menolak perang dalam bentuk apa pun. Ia menegaskan akan terus mengecam perang yang berlangsung, termasuk dari Iran, Israel dan Amerika Serikat.

"Sebagai seorang gembala, saya tidak bisa mendukung perang," ujarnya.

Ia turut menyoroti banyaknya korban sipil dalam konflik yang berlangsung, termasuk penderitaan masyarakat Iran yang tidak terlibat langsung dalam perang.

Diketahui, belum ada kejelasan mengenai akhir konflik antara Israel, Amerika Serikat dan Iran. Washington baru-baru ini mencegat setidaknya tiga tanker berbendera dari Iran di Asia. Ia dilaporkan memaksa kapal-kapal tersebut mengalihkan jalurnya dan menjauh dari posisi mereka dekat wilayahdari India, Malaysia, dan Sri Lanka.

Laporan menyebutkan bahwa salah satu kapal yang dicegat adalah supertanker bernama Deep Sea. Kargo kapal tersebut dilaporkan sebagian bermuatan minyak mentah dan terakhir terdeteksi di lepas pantai dari Malaysia.

Kapal lainnya yang terkena blokade bernama Sevin. Ia juga turut bermuatan minyak mentan dan memiliki kapasitas maksimum 1 juta barel dan membawa muatan berisi hingga sekitar 65%.

Supertanker Dorena juga diketahui menjadi salah satu yang terkena dampak blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Ia membawa penuh sekitar 2 juta barel minyak mentah dan kini dikawal oleh kapal perusak dari Angkatan Laut Amerika Serikat di Samudra Hindia. Kapal ini sebelumnya terdeteksi di lepas pantai dari India.

Di sisi lain, meski gencatan senjata masih berlaku tanpa batas waktu, upaya negosiasi belum menunjukkan kemajuan signifikan. Wakil Presiden Amerika Serikat, James David Vance bahkan membatalkan kunjungannya ke Islamabad. Hal tersebut menyusul tak adanya delegasi yang dikirimkan oleh Iran.

Baca Juga: China Sebut Konflik Iran-Amerika Serikat dalam Masa Kritis

Adapun Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa pihaknya belum menetapkan tenggat waktu baru maupun gencatan senjata lanjutan demi mencapai kesepakatan damai dengan Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Transformasi dan Inovasi Jadi Kunci Kinerja Jasaraharja Putera
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terungkap Ammar Zoni Titip Klip Plastik ke Pacar untuk Bungkus Sabu
• 23 jam laludetik.com
thumb
Tim Organisasi dan AD/ART Kosgoro 1957 Serahkan TOR Konsinyering Tiga Wilayah Menjelang Mubes V
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
IHSG Masih Rawan Terkoreksi Jelang Akhir Pekan, Cermati Saham-Saham Berikut
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Pakar Komunikasi UI: Strategi Gibran Hadapi Kritik JK Sudah Tepat dan Dewasa
• 7 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.