Bisnis.com, JAKARTA - Auto2000 selaku salah satu diler resmi Toyota tetap optimistis menorehkan kinerja positif pada tahun ini, meski pasar otomotif diiringi kelesuan sejak beberapa tahun belakangan.
Terlebih lagi pada permulaan tahun ini, kondisi pasar otomotif berpotensi mendapatkan tekanan tambahan di tengah adanya eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Kendati demikian, Chief Executive Auto2000 Anton Jimmi Suwandy menuturkan sejak dua tahun ke belakang kondisi pasar memang mengalami perlambatan.
Berdasarkan catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional dari diler langsung ke konsumen akhir alias retail mencapai 833.692 unit sepanjang 2025.
Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan angka penjualan tahun sebelumnya yang mencapai 889.680 unit. Sementara itu, kinerja penjualan menunjukkan perbaikan pada akhir tahun 2025, namun tetap tidak mampu menyusul kinerja penjualan pada 2024.
Untuk tahun ini, Anton menyebut Auto2000 berharap adanya perbaikan kondisi pasar seiring dengan adanya kenaikan penjualan pada bulan Januari–Februari 2026 dibandingkan tahun lalu dengan periode yang sama.
Baca Juga
- Auto2000 Mulai Pasarkan Toyota Veloz Hybrid di Jabar, Berikut Daftar Harganya
- Auto2000 Targetkan Penjualan 50 Unit New Veloz Hybrid EV per Bulan di Sumsel
- Auto2000 Hadirkan Fasilitas GR Garage PIK Jakarta, Simak Fasilitasnya
“Kalau saya lihat 1-2 bulan ini kita masih belum bisa melihat forecast 1 tahun, mudah-mudahan [membaik]. Walaupun bulan Januari-Februarinya sedikit lebih tinggi dibandingkan Januari-Februari tahun lalu,” ujar Anton dalam siniar Factory Hub yang diunggah pada Kamis, (2/4/2026).
Anton tidak menampik kondisi geopolitik global hari ini turut mengancam industri otomotif lantaran gangguan rantai pasok hingga harga minyak yang ikut berpengaruh pada kondisi ekonomi RI.
Hal ini, katanya, membuat konsumen Tanah Air lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian, termasuk untuk produk otomotif.
“Kami di Auto2000 melihat demand tetap ada, cuma memang ada beberapa customer yang memang mulai menunda, melihat kondisi ekonomi dan lain-lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Anton menilai penurunan penjualan juga dipengaruhi oleh sektor keuangan, yakni perbankan. Menurutnya, perbankan sebagai salah satu faktor penunjang industri otomotif juga mengambil sikap hati-hati dalam memilih calon konsumen.
“Karena banyak juga calon konsumen yang memang mungkin bukan masuk ke dalam kategori yang bisa diterima oleh perbankan. Nah, ini kayaknya masih berlanjut sampai di awal tahun ini,” jelas Anton.
Di sisi lain, di tengah percepatan elektrifikasi otomotif Tanah Air, Auto2000 telah mulai memasarkan Toyota Veloz Hybrid. Di tengah risiko krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah, varian ini disebut dapat menjadi pilihan yang tepat bagi konsumen.
“Dan akhirnya produk ini menjadi pertimbangan buat customer, karena kelebihannya tadi cukup banyak ya. Memang sudah ada elektrifikasinya, emisinya lebih oke, lebih irit bahan bakar, lebih efisien,” kata Anton.
Sebagai diler Toyota terbesar di Indonesia, Auto2000, juga memastikan jaringan pelayanan bagi para pengguna varian hybrid ini. Mulai dari ketersediaan suku cadang hingga layanan servis di bengkel resmi milik Toyota.





