WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata Israel-Lebanon diperpanjang selama tiga pekan. Gencatan senjata itu diumumkan Trump pada Kamis (23/6/3026).
Selama gencatan senjata tersebut, AS akan memberikan bantuan kepada Lebanon untuk menghadapi Hizbullah.
"Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantu melindungi diri dari Hizbullah," kata Trump lewat media sosial Truth yang dikutip dari USA Today.
"Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang dalam tiga pekan."
Baca Juga: MER-C Kutuk Ulah Israel Pasang Spanduk Propaganda di Rumah Sakit Indonesia, Sebut Pelanggaran Serius
Gedung Putih menjadi tuan rumah level duta besar antara Israel dan Lebanon pada Kamis pagi. Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Dubes AS untuk Israel Mike Huckabee, dan Dubes AS untuk Lebanon, Michel Issa, ikut terlibat dalam pembicaraan itu.
Israel sebelumnya melakukan serangan ke Lebanon, setelah Hizbullah yang merupakan milisi yang didukung Iran, menghantam sejumlah wilayah di negara Zionis tersebut.
Serangan Hizbullah itu diluncurkan untuk membalas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari lalu karena bombardir yang dilakukan AS-Israel.
Dubes Israel untuk AS, Yechiel Leiter, dan Dubes Lebanon Nada Hamadeh Moawad bereaksi atas perpanjangan gencatan senjata tersebut.
"Israel dan Lebanon tak pernah berdampingan melebihi hari ini," ucap Leiter di laman resmi Associated Press.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : USA Today/Associated Press
- donald trump
- israel
- lebanon
- gencatan senjata
- gencatan senjata israel-lebanon





