Easycash Salurkan Pinjaman Rp92,3 Triliun dan Layani 9,8 Juta Orang Peminjam

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA — PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash)  platform p2p lending mencatatkan akumulasi penyaluran pendanaan sebesar Rp92,3 triliun dengan total peminjam sebanyak 9,8 juta sejak 2017 hingga Maret 2026. 

"Seiring dengan pertumbuhan tersebut, kami memperkuat penetrasi literasi keuangan bagi generasi muda guna memitigasi risiko gagal bayar," kata  Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, di Surabaya, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks inklusi keuangan nasional telah mencapai 80,51%, namun indeks literasi masih tertinggal di angka 66,46%. Khusus pada kelompok Gen Z, kesenjangan pemahaman risiko produk keuangan digital menjadi perhatian serius bagi pelaku industri.

Menurut Wildan, Surabaya sebagai pusat ekonomi dinamis memiliki populasi Gen Z dan milenial yang besar sebagai basis pengguna utama. Hingga saat ini, Easycash telah melayani sekitar 9,8 juta total akumulasi penerima dana secara nasional, dengan mayoritas pasar terkonsentrasi di Pulau Jawa.

"Kami melihat kecepatan adopsi layanan fintech belum sepenuhnya dibarengi pemahaman mendalam. Lewat inisiatif Modul Bijak Keuangan (MOJANG) dan ChatPindar berbasis AI, kami ingin membekali mahasiswa di UNESA agar lebih bijak mengatur arus kas dan menjaga reputasi kredit," ujarnya.

Meskipun penyaluran pendanaan tumbuh agresif, dia meyakinkan, kualitas aset tetap berada dalam level sehat. Hingga periode Maret 2026, tingkat keberhasilan bayar dalam waktu 90 hari (TKB90) Easycash tercatat di atas 99%, mencerminkan efektivitas sistem manajemen risiko perusahaan.

Baca Juga

  • Pindar Easycash Jangkau 9 Juta Lebih Pengguna
  • Paylater Kredivo Akusisi Fintech Talangan Gaji Easy Management Systems
  • Easycash Kucurkan Pembiayaan Rp81,97 Triliun per September 2025

Wildan menyebutkan, dari total pasar yang dilayani, lebih dari 50% pengguna merupakan kelompok Gen Z dan milenial. Segmentasi pengguna didominasi oleh masyarakat unbanked atau yang belum maksimal mendapatkan akses ke layanan keuangan formal, termasuk pekerja sektor informal (gig workers), karyawan, hingga petani.

"Sistem kami menggunakan teknologi AI untuk melakukan risk assessment secara presisi dalam hitungan menit. Namun, literasi tetap menjadi fondasi agar pengguna bisa menyesuaikan pinjaman dengan kemampuan bayar mereka," tambahnya.

Hingga saat ini, dia mengungkapkan, Easycash memproses pinjaman dengan tenor hingga 12 bulan dan plafon mencapai Rp100 juta. Besaran bunga yang diterapkan disesuaikan dengan aturan OJK, yakni maksimal 0,3% per hari untuk pinjaman jangka pendek di bawah 6 bulan dan 0,2% per hari untuk di atas 6 bulan.

Sementara itu, Director of General Financial Planning Program IARFC Indonesia, Mirzan Hasan, menyoroti fenomena lifestyle inflation yang sering menjebak generasi muda dalam perilaku konsumtif impulsif. 

Menurutnya, reputasi kredit atau credit scoring merupakan aset masa depan yang harus dijaga sejak masa kuliah.

“Banyak Gen Z terjebak dalam ilusi kemakmuran media sosial. Modul MOJANG mengajarkan mereka untuk memilah kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan pinjaman secara produktif untuk masa depan finansial yang sehat,” ucapnya. (K24)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Menjaga Kulit Tetap Sehat dan Glowing di Cuaca Panas Ekstrem
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Svarna Kartini Siap Digelar, Hadirkan Festival Reflektif Perempuan Modern di Gandaria City
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Adhyaksa Dault Ungkap Momen Mengharukan di Pengajian Syifa Hadju
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Wajib Halal Oktober 2026: Produk Makanan, Kosmetik hingga Suplemen Harus Bersertifikat
• 13 jam laludisway.id
thumb
Secangkir Kopi dan Teh Kini Lebih Mahal, Efek Perang Mulai Terasa di Sektor Kuliner
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.