EtIndonesia. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, pada Rabu (22/4/2026) saat berkunjung ke Turkiye mengeluarkan peringatan keras. Ia menyatakan bahwa NATO sedang menghadapi ancaman besar dari berbagai dimensi, mulai dari luar angkasa hingga laut dalam.
Ia secara khusus menyebut PKT, Rusia, dan Iran sebagai sumber utama ketidakstabilan, serta untuk pertama kalinya mengkonfirmasi bahwa NATO telah empat kali berhasil mencegat rudal balistik yang ditembakkan dari Iran menuju Turki.
“Kita menghadapi bahaya yang sangat besar,” katanya.
Ia menambahkan bahwa ancaman yang dihadapi NATO mencakup berbagai bidang:
“Dari Arktik hingga Mediterania, dari luar angkasa hingga dasar laut, dari rudal dan drone hingga serangan siber yang kompleks.”
Saat membahas sumber ancaman, ia secara khusus menyinggung PKT, Rusia, dan Iran:
“Perang Rusia di Ukraina masih berlangsung; modernisasi militer dan ekspansi nuklir PKT juga terus berjalan. Iran menyebarkan teror dan kekacauan. Di Turki, dampaknya terasa sangat nyata.”
Rutte juga mengkonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa NATO telah empat kali berhasil mencegat rudal balistik dari Iran yang ditujukan ke Turki. Ia menegaskan bahwa NATO akan terus memperkuat penempatan militer dan mekanisme kerja sama guna menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks.
Pada hari yang sama, Rutte didampingi pejabat pertahanan Turkiye mengunjungi perusahaan industri pertahanan ASELSAN. Ia menekankan bahwa peningkatan produksi pertahanan dan inovasi teknologi merupakan arah strategis penting bagi NATO ke depan, serta menjadi agenda utama dalam KTT NATO pada Juli mendatang.
Laporan oleh jurnalis Yi Jing, New Tang Dynasty Television.





