FIFA Tutup Pintu bagi Italia atau Indonesia di Piala Dunia 2026, Tegaskan Tak Coret Iran

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, JAKARTA – Spekulasi panas soal kemungkinan digantikannya Timnas Iran di Piala Dunia 2026 akhirnya ditepis. FIFA memastikan tidak ada rencana mencoret Iran. Ini sekaligus menutup peluang bagi negara lain seperti Timnas Italia maupun Timnas Indonesia untuk masuk sebagai pengganti.

Isu ini mencuat di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang memanas, terutama setelah adanya serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke kawasan Teluk. Kondisi tersebut sempat memicu ketidakpastian terkait partisipasi Timnas Iran, yang sejatinya sudah lebih dulu memastikan tiket ke putaran final melalui jalur kualifikasi resmi.

Wacana pergantian Iran bahkan sempat diusulkan oleh utusan khusus Presiden AS, Paolo Zampolli. Ia secara terbuka mengaku telah menyampaikan ide tersebut kepada dua tokoh penting sepak bola dunia.

“Saya mengonfirmasi telah menyarankan kepada Trump dan Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia,” ujar Zampolli kepada Financial Times.

“Sebagai orang Italia, akan menjadi mimpi melihat Azzurri tampil di turnamen yang digelar di Amerika Serikat. Dengan empat gelar, mereka memiliki legitimasi untuk ikut serta.”

Namun, sumber internal menyebutkan bahwa tidak ada pembahasan serius terkait usulan tersebut di tubuh FIFA. Bahkan, pernyataan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi penegasan paling jelas.

“Tim Iran akan datang, tentu saja,” kata Infantino pekan lalu.

Laporan dari BBC dan Al Jazeera juga menyebut FIFA tidak memberikan tanggapan resmi atas spekulasi tersebut, namun tetap merujuk pada sikap tegas presidennya.

Respons Keras Iran dan Penolakan Italia

Reaksi keras datang dari pihak Iran. Kedutaan besar Iran mengecam wacana tersebut dan menilainya sebagai bentuk intervensi politik dalam olahraga.

“Italia meraih kebesarannya di sepak bola di lapangan, bukan karena privilese politik,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari media sosial.

“Upaya untuk menyingkirkan Iran hanya menunjukkan ‘kebangkrutan moral’ Amerika Serikat, yang bahkan takut pada kehadiran sebelas pemain Iran di lapangan.”

Menariknya, penolakan juga datang dari Italia sendiri. Sejumlah pejabat tinggi secara terbuka menolak gagasan tersebut.

Menteri Ekonomi Italia, Giancarlo Giorgetti, menyebut ide itu sebagai sesuatu yang “memalukan”.

Sementara Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menegaskan prinsip dasar kompetisi. “Pertama, itu tidak mungkin. Kedua, itu tidak pantas. Anda harus lolos melalui hasil di lapangan.”

Nada serupa disampaikan Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio. “Untuk bermain di Piala Dunia, Anda harus mendapatkannya.”

Regulasi FIFA dan Realitas di Lapangan

Secara aturan, FIFA memang memiliki kewenangan untuk mengganti peserta jika terjadi penarikan atau diskualifikasi. Dalam regulasi Piala Dunia, disebutkan bahwa FIFA “dapat memutuskan untuk mengganti asosiasi anggota yang berpartisipasi dengan asosiasi lain”.

Namun, skenario tersebut dinilai jauh dari realistis. Pelatih asal Italia, Gianni De Biasi, menegaskan bahwa negaranya tidak membutuhkan jalur instan.

“Selain itu, saya pikir Italia tidak membutuhkan dukungan Trump dalam hal seperti ini. Kami bisa mengatasinya sendiri,” ujarnya kepada Reuters.

Dari Spanyol, Presiden asosiasi pemain, David Aganzo, juga menegaskan prinsip meritokrasi dalam sepak bola. “Siapa pun yang ingin tampil di Piala Dunia harus mendapatkannya melalui prestasi di lapangan. Kita semua sepakat soal itu.”

Iran Tetap Melaju, Jadwal Sudah Menanti

Dengan berbagai pernyataan tersebut, posisi Iran di Piala Dunia 2026 tetap aman. Mereka dijadwalkan tampil di fase grup menghadapi Timnas Selandia Baru dan Timnas Belgia di Los Angeles, serta melawan Timnas Mesir di Seattle.

Turnamen Piala Dunia FIFA 2026 sendiri akan digelar mulai 11 Juni 2026 di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dengan status sebagai tim yang lolos secara sah melalui kualifikasi, Iran dipastikan tetap menjadi bagian dari panggung sepak bola terbesar di dunia—menutup rapat spekulasi yang sempat berkembang liar. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Makkah Tangkap 5 Penjual Jasa Haji Ilegal di Medsos, Gepokan Uang Disita
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Bertahan Usai PHK, Kisah Zaenudin Bertahan Hidup Lewat Ikan Sapu-Sapu
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Hadapi Persija di BRI Super League, Pelatih Persis Siapkan Duet Striker Asing Andalan: Mampukah Tembus Pertahanan Elite Macan Kemayoran?
• 2 jam lalubola.com
thumb
Emiten Toto Sugiri (DCII) Cetak Laba Rp 377 Miliar Kuartal I 2026, Turun 9,8%
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Arahan MUI, Pemkot Jaksel Ubah Cara Pemusnahan Ikan Sapu-sapu
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.