Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah 0,53 poin atau 0,01 persen ke posisi 7.378,07, pada pembukaan perdagangan Jumat (24/4/2026) pagi.
Sementara Indeks LQ45 atau kelompok 45 saham unggulan merosot 1,51 poin atau 0,10 persen ke posisi 715,75.
Ratna Lim pakar saham menyebutkan bahwa pelemahan terjadi karena pasar terbebani oleh harga minyak mentah global yang bertahan di level tinggi dalam waktu lama.
“Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menutup gap down di 7.308, serta menguji level 7.300 ,” ujar Ratna yang dilansir Antara.
Dari mancanegara, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran meningkat, sehingga meningkatkan ketidakpastian prospek perundingan perdamaian di masa mendatang.
Meskipun Donald Trump Presiden AS mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara kedua negara, namun ketegangan meningkat karena aktivitas angkatan laut di dalam dan sekitar Selat Hormuz.
Titik fokus ketegangan yaitu blokade angkatan laut AS yang tengah berlangsung terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran. Komando Pusat AS mengatakan telah mengalihkan 33 kapal sejak dimulainya blokade.
Trump memerintahkan angkatan laut AS untuk menembak dan membunuh kapal apa pun yang menempatkan ranjau di perairan Selat Hormuz. Meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz telah menimbulkan keraguan terhadap potensi terjadinya negosiasi antara kedua negara.
Para mediator dari Pakistan, Turki, dan Mesir berjuang untuk menyelamatkan perundingan perdamaian, termasuk mengatur pertemuan potensial sesegera mungkin pada Jumat hari ini.
Di sisi lain, Trump mengatakan bahwa Israel dan Lebanon memperpanjang masa gencatan senjata selama tiga pekan.
Dari dalam negeri, sentimen negatif antara lain berasal dari pelemahan Rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 pada perdagangan Kamis (23/4/2026), atau menjadi level terlemah sepanjang masa dan merupakan pelemahan paling dalam di Asia.
“Penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut membuat harga minyak bertahan di level tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi dan melebarnya defisit anggaran belanja,” ucap Ratna.
Harga minyak dunia yaitu jenis Brent dan WTI masing-masing tercatat berada di level 105,93 dolar AS per barel dan 96,57 dolar AS per barel pada perdagangan pagi ini pukul 09.42 WIB.
“Namun, hasil kinerja kuartalan emiten yang sebagian besar positif dari perusahaan besar (big caps) membantu membatasi pelemahan IHSG,” katanya.
Pada perdagangan Kamis kemarin, bursa saham Eropa mayoritas melemah, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,32 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,16 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,16 persen, serta indeks CAC menguat 0,87 persen.
Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street kompak melemah pada Kamis (23/04), di antaranya indeks Nasdaq Composite melemah 0,57 persen ke 26,782,63, indeks S&P 500 melemah 0,41 persen ke 7.108,4, dan indeks Dow Jones melemah 0,36 persen ke 49.310.32.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 218,27 poin atau 0,37 persen ke 59.358,50, indeks Hang Seng melemah 176,70 poin atau 0,68 persen ke posisi 25.738,50, indeks Shanghai melemah 21,08 poin atau 0,51 persen ke 4.072,17, dan indeks Strait Times melemah 37,12 poin atau 0,75 persen ke 4.906,99.(ant/ily/ipg)




