Pekanbaru, (ANTARA) - Sebanyak 424 calon haji asal Kota Pekanbaru, Provinsi Riau yang tergabung dalam Kelompok Terbang BTH 03 berangkat ke Tanah Suci dari Bandara Hang Nadim, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau Defizon mengatakan jamaah tersebut menjadi rombongan pertama dari Provinsi Riau yang berangkat ke Tanah Suci. Sebelumnya rombongan berangkat ke Batam dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru pada Kamis (23/4).
"Pagi ini diterbangkan Arab Saudi. Dilepas oleh Sekretaris Daerah Riau di Aula II Asrama Haji Batam," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Jumat.
Dia mengatakan jamaah dari Kloter 3 hingga 12 untuk Gelombang I diberangkatkan ke Madinah, Arab Saudi. Sementara itu satu kloter lainnya tergabung dalam BTH 18 sebagai Gelombang II yang akan terbang ke Jeddah bersama jamaah calon haji dari Provinsi Kalimantan Barat dengan total sekitar 257 orang, termasuk petugas.
Baca juga: Kemenhaj: Hampir 6.000 peserta haji Indonesia telah tiba di Madinah
Ia mengatakan pada 2026 pemerintah kembali menggunakan pola Embarkasi Batam, setelah sebelumnya sempat menerapkan pola embarkasi antara di Pekanbaru pada musim haji tahun 2019, 2022, dan 2023.
“Mulai 2024 hingga tahun ini kami kembali ke pola lama. Langsung ke Embarkasi Batam tanpa melalui embarkasi antara di Pekanbaru,” ujarnya.
Dari sisi transportasi, keberangkatan jamaah disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing daerah. Sejumlah kabupaten/kota seperti Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi, kata dia, akan menggunakan jalur udara melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau.
Sementara Kabupaten Rokan Hulu juga menggunakan pesawat melalui Bandara Pasir Pengaraian. Adapun daerah lainnya seperti Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, dan Kepulauan Meranti, akan menggunakan jalur laut melalui pelabuhan di wilayah masing-masing menuju Batam.
Baca juga: PPIH atur jamaah haji per rombongan di bus bandara agar lebih tertata
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau Defizon mengatakan jamaah tersebut menjadi rombongan pertama dari Provinsi Riau yang berangkat ke Tanah Suci. Sebelumnya rombongan berangkat ke Batam dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru pada Kamis (23/4).
"Pagi ini diterbangkan Arab Saudi. Dilepas oleh Sekretaris Daerah Riau di Aula II Asrama Haji Batam," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Jumat.
Dia mengatakan jamaah dari Kloter 3 hingga 12 untuk Gelombang I diberangkatkan ke Madinah, Arab Saudi. Sementara itu satu kloter lainnya tergabung dalam BTH 18 sebagai Gelombang II yang akan terbang ke Jeddah bersama jamaah calon haji dari Provinsi Kalimantan Barat dengan total sekitar 257 orang, termasuk petugas.
Baca juga: Kemenhaj: Hampir 6.000 peserta haji Indonesia telah tiba di Madinah
Ia mengatakan pada 2026 pemerintah kembali menggunakan pola Embarkasi Batam, setelah sebelumnya sempat menerapkan pola embarkasi antara di Pekanbaru pada musim haji tahun 2019, 2022, dan 2023.
“Mulai 2024 hingga tahun ini kami kembali ke pola lama. Langsung ke Embarkasi Batam tanpa melalui embarkasi antara di Pekanbaru,” ujarnya.
Dari sisi transportasi, keberangkatan jamaah disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing daerah. Sejumlah kabupaten/kota seperti Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi, kata dia, akan menggunakan jalur udara melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau.
Sementara Kabupaten Rokan Hulu juga menggunakan pesawat melalui Bandara Pasir Pengaraian. Adapun daerah lainnya seperti Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, dan Kepulauan Meranti, akan menggunakan jalur laut melalui pelabuhan di wilayah masing-masing menuju Batam.
Baca juga: PPIH atur jamaah haji per rombongan di bus bandara agar lebih tertata




