Ashanty Bongkar Perjuangan Pendidikan S3 yang Nyaris Bikin Nyerah: Sampai Diinfus dan Masuk UGD!

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Penyanyi sekaligus publik figur Ashanty akhirnya mengungkap perjuangan beratnya saat menempuh pendidikan S3. Di balik pencapaiannya, ia ternyata sempat berada di titik hampir menyerah.

Ashanty mengaku perjalanan meraih gelar doktor bukanlah hal mudah. Ia bahkan harus menghadapi kondisi fisik yang menurun di tengah padatnya aktivitas.

Perempuan 41 tahun itu menyebut dirinya beberapa kali harus mendapatkan perawatan medis. Kondisi tersebut terjadi saat ia tetap memaksakan diri menyelesaikan tanggung jawab akademiknya.

“Aku belum pernah bangga sama diriku sendiri sampai sebegininya,” ujar Ashanty dikutip melalui Live Grid.ID, Rabu (22/4/2026).

Ia mengungkapkan bahwa perjuangannya tidak banyak ia bagikan ke publik. Namun, di balik layar, ia mengalami berbagai kondisi yang cukup mengkhawatirkan.

Ashanty menyebut dirinya sempat harus menjalani infus sebelum dan sesudah ujian. Bahkan, ia juga pernah masuk unit gawat darurat (UGD) akibat kelelahan.

“Habis ujian aku masuk emergency, sebelum ujian aku infus,” katanya.

Meski berada dalam kondisi yang tidak stabil, Ashanty tetap berusaha bertahan. Ia tidak ingin perjuangannya berhenti di tengah jalan setelah sudah memulai.

Perjalanan akademik S3 yang ia jalani ternyata jauh lebih berat dari yang dibayangkan. Ashanty mengaku awalnya mengira prosesnya tidak akan jauh berbeda dari S2.

“Ternyata wow, luar biasa beratnya,” ucapnya.

Ia bahkan sempat beberapa kali menghubungi dosennya untuk menyatakan keinginan menyerah. Tekanan antara kuliah, pekerjaan, dan keluarga membuatnya merasa kewalahan.

 

“Aku sempat bilang ke dosen, aku nggak kuat, aku mau menyerah,” ungkapnya.

Namun, dukungan dari para pembimbing menjadi titik balik bagi Ashanty. Ia didorong untuk tetap melanjutkan perjuangan yang sudah dimulai.

Selain itu, rasa tanggung jawab juga membuatnya bertahan. Ia tidak ingin berhenti di tengah jalan dan menyesali keputusan yang telah diambil.

Ashanty pun akhirnya berhasil melewati seluruh proses pendidikan tersebut. Ia merasa bangga karena mampu bertahan hingga akhir.

Keberhasilannya ini menjadi bukti bahwa perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil. Ia juga berharap kisahnya bisa menjadi motivasi bagi banyak orang.

Menurutnya, kunci utama dalam menempuh pendidikan tinggi adalah niat dan keseriusan. Tanpa hal tersebut, ia menilai akan sulit untuk menyelesaikan prosesnya.

“Aku ngerasa kayak ‘hah, kau berhasil,’” tuturnya.

Kini, Ashanty menikmati hasil dari perjuangannya tersebut. Ia juga berencana memanfaatkan ilmunya untuk memberikan dampak positif bagi banyak orang.

Perjalanan panjang ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya. Ia pun membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan mampu membawa seseorang melewati batasnya. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dukung Konsep Night Zoo, Pemkot Surabaya Tata Ulang Tampilan KBS Jadi Lebih Estetik
• 4 jam lalurealita.co
thumb
MNC Holding Bakal Ajukan Banding soal Putusan Bayar USD 28 Juta ke Jusuf Hamka
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
BRIN Kembangkan Teknologi Perkeretaapian dari Sarana hingga Tata Kelola
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Telkomsel Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan di Hari Bumi
• 32 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Kendaraan Listrik Resmi Kena Pajak, Pemprov Jakarta Siapkan Skema Ringankan Beban
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.