BADUNG, DISWAY.ID - Kantor SAR Bali menyelamatkan dua Warga Negara Rusia yang terjebak di Tebing Uluwatu, Badung, Kuta Selatan, Bali.
Aksi tim SAR saat mengevakuasi dua warga negara asing itu berjalan dramatis.
BACA JUGA:Hari Buruh 1 Mei Apakah Tanggal Merah Libur Nasional? Cek SKB 3 Menteri Berikut
Aksi heroik penyelamatan terhadap Sergei Starostin (51) dan Diana Zolotova (20) yang terjebak di tebing Uluwatu, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, sekitar pukul 11.30, Kamis (23/4/2026) terekam dalam video yang dibagikan Basarnas Bali.
Tebing laut dengan deburan ombak kencang membuat proses evakuasi dilakukan sangat berhati-hati. Medan yang sulit dijangkau membuat Basarnas Denpasar harus mengerahkan helikopter yang posisinya disejajarkan dengan medan tebing.
Kronologi kejadianAdapun Informasi soal dua warga Rusia terjebak di tebing diterima oleh staf Beach Club El Kabron, Fika. Dia menerima telepon dari seseorang tak dikenal, yakni korban.
Penelepon tersebut mengaku sedang terjebak di tebing wilayah Pecatu, Kuta Selatan, dan meminta pertolongan.
"Penelepon menyampaikan bahwa mendapat nomor telepon El Kabron Bali dari papan reklame yang terpasang di sisi tebing yang dilihat oleh penelepon," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Kamis, 23 April 2026.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak El Kabron Bali segera menghubungi Polsek Kuta Selatan. Informasi kemudian diteruskan ke Satpolairud Polresta Denpasar, yang selanjutnya berkoordinasi dengan Basarnas Denpasar.
BACA JUGA:Panggilan Kemanusiaan dan Rutinitas, Inilah Sisi Humanis Desiana Kartika Bahari
Selanjutnya, pada pukul 13.30 Wita, delapan personel dari Kantor SAR Denpasar bergerak menuju lokasi kejadian. Setelah tiba dan melakukan koordinasi dengan pihak El Kabron Beach Club, tim menilai medan cukup sulit dijangkau.
Terjebak di Bawah TebingSementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan timnya sempat mengalami kendala evakuasi.
Hal ini karena korban berada di posisi yang berada jauh di bawah tebing dan keterbatasan waktu karena air laut mulai naik. Ia kemudian memutuskan untuk melakukan evakuasi menggunakan Helikopter SGi Air Bali.
"Anggota kita dari Kantor SAR Denpasar, Basarnas Bali langsung koordinasi dan on board personel kita di helikopter SGi Air Bali 1 orang," imbuh Sidakarya.
Helikopter kemudian lepas landas dari helipad Benoa pada pukul 14.46 Wita dengan lima personel di dalamnya. Sekitar 12 menit kemudian, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi menggunakan sistem hoisting.
- 1
- 2
- »





