PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyelenggarakan program konservasi lingkungan melalui penanaman 10 ribu mangrove dan transplantasi 2 ribu terumbu karang di Pantai Pandan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTT pada Kamis (23/4).
Mengusung tema ‘Our Power, Our Planter’, kegiatan ini merupakan penegasan komitmen Telkom terhadap keberlanjutan. Mereka pun menggandeng mitra strategis yang melibatkan masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya pelestarian pesisir, sekaligus penguatan kolaborasi multipihak.
Aksi ini pun bagian dari wujud nyata implementasi inisiatif Telkom GoZero% - Sustainability Action by Telkom Indonesia. Khususnya, pilar Save Our Planet yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan, perlindungan ekosistem, dan percepatan transisi menuju operasional rendah karbon.
SGM Social Responsibility Telkom Hery Susanto menyampaikan, Hari Bumi merupakan momentum penting. Perayaan ini meningkatkan kesadaran bahwa pertumbuhan digital harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Telkom memandang keberlanjutan bukan sekadar program pendukung, tetapi bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Melalui konservasi mangrove dan terumbu karang, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi ekosistem pesisir, masyarakat sekitar, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur digital tetap selaras dengan kelestarian alam,” ujarnya.
Lokasi yang dipilih berdasarkan posisi strategis jalur Sistem Komunikasi Laut (SKKL) TelkomGroup Mandalika-Sanur. Menjadi nilai tambah karena mempertimbangkan sinergi antara perlindungan ekosistem pesisir dengan upaya menjaga keberlanjutan infrastruktur konektivitas digital yang dimiliki TelkomGroup.
Kehadiran ekosistem pesisir yang sehat di sekitar jalur kabel laut turut pun mendukung ketahanan kawasan pesisir dari abrasi dan perubahan lingkungan, yang penting bagi keberlangsungan infrastruktur tersebut.
Fungsi Mangrove di Kawasan PesisirMangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi, penyerap karbon biru (blue carbon), serta habitat berbagai biota laut. Sementara terumbu karang berfungsi menjaga keanekaragaman hayati laut dan mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor perikanan maupun pariwisata.
Karena itu, pelaksanaan konservasi di kawasan Lombok Utara diharapkan dapat memberikan dampak ekologis dan sosial ekonomi secara berkelanjutan.
Sepanjang 2025, Telkom juga telah menjalankan berbagai inisiatif konservasi dan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari komitmen perusahaan. Salah satunya, pengumpulan lebih dari 3,3 ton sampah plastik atau setara 177.915 botol melalui pemanfaatan Reverse Vending Machine (RVM) di lingkungan Telkom Hub Jakarta.
Telkom juga melakukan pengelolaan sirkular limbah kabel serat optik dengan tingkat pemulihan mencapai 73 persen, serta standarisasi gedung ramah lingkungan melalui sertifikasi internasional Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) untuk memastikan efisiensi energi dan sumber daya yang terukur.
Sebagai langkah adaptasi perubahan iklim, Telkom turut menjalankan Climate Transition Plan yang menjadi panduan transformasi menuju operasional rendah karbon dan target Net Zero Emission 2060.
Telkom telah menetapkan enam tuas dekarbonisasi (six decarbonization levers) yang menjadi panduan strategi perusahaan pada fase awal (2023-2030) dengan target:
Penurunan Emisi: Mengurangi 20% emisi GRK (Cakupan 1 & 2).
Efisiensi Energi: Menekan konsumsi energi hingga 10% melalui modernisasi teknologi jaringan.
Energi Terbarukan: Membangun panel surya (Solar PV) dengan kapasitas lebih dari 14 MWp.
Manajemen Limbah: Reduksi sampah minimal 70% dan manajemen limbah serat optik secara maksimal.
VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menambahkan, keberhasilan transformasi hijau tidak hanya ditentukan oleh investasi besar, tetapi juga konsistensi langkah yang dilakukan bersama.
“Kami percaya perubahan besar dimulai dari aksi sederhana yang dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan. Karena itu, Telkom akan terus mendorong budaya ramah lingkungan di seluruh lini bisnis, mulai dari perilaku sehari-hari insan TelkomGroup hingga pengelolaan infrastruktur digital,” jelas Gunawan.
Melalui inisiatif sustainability GoZero% yang terintegrasi, Telkom berkomitmen menghadirkan pertumbuhan bisnis yang selaras dengan pelestarian lingkungan, serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Dengan semangat Hari Bumi 2026, Telkom terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan inovasi keberlanjutan yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, dan bisnis.
Komitmen tersebut sejalan dengan langkah perusahaan dalam menghadirkan konektivitas digital yang tidak hanya andal dan inklusif, tetapi juga bertanggung jawab terhadap bumi dan masa depan yang lestari.




