EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang pengemudi wanita di Sanming, Tiongkok terlibat bentrokan fisik dengan seorang satpam, memicu perhatian publik.
Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa saat itu wanita tersebut awalnya berdiri di samping pintu mobil, kemudian menutup pintu, berjalan cepat ke arah satpam, lalu mengangkat kaki kanan dan menendang kaki satpam. Saat itu juga, satpam menampar wanita tersebut dengan keras hingga terdengar jelas. Setelah ditampar, wanita itu menutupi pipinya dengan tangan kiri, lalu mengeluarkan ponsel, kemungkinan untuk menelepon atau melapor ke polisi.
Dalam video terlihat banyak siswa sekolah dasar berseragam melintas di sekitar lokasi. Sejumlah warganet menduga konflik ini mungkin terkait dengan parkir sembarangan saat menjemput anak.
Pada 22 April malam, seorang sumber yang mengetahui kejadian ini mengatakan kepada China Newsweek bahwa insiden terjadi di dekat gerbang sekolah. Pengemudi wanita hendak menjemput anaknya pulang sekolah, namun satpam tidak mengizinkan parkir di lokasi tersebut, sehingga terjadi pertengkaran. Setelah kejadian, wanita tersebut melapor ke polisi, dan hasil pemeriksaan rumah sakit menunjukkan ia mengalami perforasi gendang telinga.
Namun, sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa video yang beredar tidak lengkap. Setelah pihak terkait memeriksa rekaman CCTV, diketahui bahwa sebelum wanita itu menendang, “satpam lebih dulu memaki dan mengetuk jendela mobilnya. Saat wanita hendak turun, satpam pria secara paksa menutup pintu mobil hingga menjepit kakinya.”
Seorang warganet juga menjelaskan kronologi kejadian: wanita datang ke sekolah untuk menjemput anak, namun tidak diizinkan parkir oleh satpam sehingga terjadi adu mulut. Satpam kemudian diduga lebih dulu memukul wanita yang masih berada di dalam mobil. Saat wanita mencoba turun dan kakinya baru menyentuh tanah, pintu mobil didorong hingga menjepit kakinya. Dalam situasi itu, wanita kemudian maju dan menendang, lalu satpam membalas dengan tamparan.
Peristiwa ini terjadi di Yong’an, di dekat perusahaan Xinyue Technology (bersebelahan dengan sebuah sekolah dasar). Warganet menyebutkan bahwa satpam tersebut bekerja di perusahaan tersebut dan sering mengusir orang tua yang berhenti sementara di dekat gerbang untuk menjemput anak.
Dilaporkan bahwa polisi Yong’an kini telah membuka penyelidikan atas kasus ini.
Insiden ini memicu perdebatan di kalangan netizen:
“Tamparannya cukup keras, bisa masuk kategori penganiayaan.”
“Dia hanya menendang ringan, tapi dibalas tamparan keras—kontras sekali. Wanita itu memang salah lebih dulu, tapi reaksi satpam terasa berlebihan.”
“Setelah melihat videonya, tindakan satpam jelas bukan pembelaan diri.”
“Satpam boleh menegur, tapi tidak berhak memaksa orang tetap di dalam mobil.”
“Apa tidak akan macet kalau semua orang parkir sembarangan di depan gerbang?”
“Apalagi saat jam pulang sekolah, parkir sembarangan pasti menyulitkan orang lain.”
“Siapa pun yang lebih dulu melakukan kekerasan harus dihukum tegas.”
Sumber : NTDTV.com





