Penulis: Angkie
TVRINews, IKN
Pembangunan sarana ibadah di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dipercepat dengan tetap mengedepankan nilai spiritual, simbolik, dan keberagaman. Salah satu fasilitas yang tengah disiapkan adalah Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius yang dirancang untuk memiliki status khusus sebagai basilika.
Gereja yang berlokasi berdekatan dengan Masjid Negara IKN ini telah rampung dibangun dan diproyeksikan mampu menampung hingga 1.600 jemaat.
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati, menjelaskan bahwa penetapan status basilika tidak dapat dilakukan secara otomatis, melainkan harus melalui sejumlah tahapan dan memenuhi kriteria dari Vatikan.
“Kriteria harus mencakup nilai historis, artistik, serta keagungan fungsi bangunan sebagai pusat ibadah. Apabila seluruh persyaratan terpenuhi, gereja Katolik di IKN akan memiliki peran strategis sebagai simbol peribadatan umat Katolik di Indonesia,” ujar Thomas, dikutip Kamis (23/04/2026).
Ia menegaskan, penyebutan “basilika” dalam proyek Gereja Santo Fransiskus Xaverius saat ini masih bersifat administratif sebagai nama pekerjaan konstruksi, dan belum merupakan penetapan status gerejawi secara resmi.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Katolik Ditjen Bimas Katolik, Salman Habeahan, menyampaikan bahwa pengajuan status basilika untuk gereja tersebut telah diajukan dan masih menunggu keputusan dari Takhta Suci Vatikan.
Lebih lanjut, keberadaan gereja ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan berskala nasional.
Pembangunan rumah ibadah di IKN disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas ibu kota baru sebagai kota yang inklusif, toleran, dan menjunjung tinggi keberagaman.
Editor: Redaksi TVRINews





