TABLOIDBINTANG.COM - Tiga film Indonesia baru tayang perdana pada Kamis (23/4): Kupilih Jalur Langit, Para Perasuk, dan Songko. Hasilnya, jauh dari ekspektasi.
Laporan data Cinepoint, tak satu pun dari ketiganya mampu menembus angka 30 ribu penonton di hari pembuka. Kupilih Jalur Langit yang mendapatkan jatah waktu tayang terbanyak hanya mengantongi sekitar 17 ribu penonton.
Sementara Para Perasuk, yang sebelumnya ramai diperbincangkan sebagai film potensial, sedikit lebih unggul dengan raihan 24 ribu penonton. Adapun Songko tertinggal jauh di bawah keduanya.
Capaian 3 film itu bahkan belum cukup untuk menyaingi Tiba-Tiba Setan, film debut dari Ess Jay Studios, yang mengumpulkan lebih dari 62 ribu penonton di hari ke-8 penayangan.
Sementara itu, puncak box office masih dikuasai Ghost in the Cell dengan tambahan lebih dari 123 ribu penonton harian, membuktikan dominasinya belum tergoyahkan sejak tayang perdana pekan lalu.
Secara genre, ketiga film baru ini sebenarnya menawarkan variasi menarik. Kupilih Jalur Langit hadir sebagai drama religi dan romantis yang menyasar penonton keluarga dengan konflik emosional dan pesan spiritual.
Para Perasuk mengusung drama dengan sentuhan thriller psikologis, mengangkat tema fenomena supranatural dan tradisi kerasukan yang dibalut realitas sosial serta kritik lingkungan.
Sedangkan Songko mencoba menghadirkan nuansa horor kearifan lokal dengan latar budaya yang kental.
Namun, kuatnya dominasi film yang lebih dulu tayang serta faktor word of mouth tampaknya masih menjadi tantangan besar.
Selain itu, momentum perilisan di tengah eforia Ghost in the Cell dan tanggal tua, juga diduga memengaruhi rendahnya angka penonton awal.
Kini, harapan terbesar ada di akhir pekan. Lonjakan penonton biasanya terjadi pada Sabtu dan Minggu, yang bisa menjadi penentu nasib ketiga film tersebut di bioskop.
Jika gagal memanfaatkan momen ini, bukan tak mungkin layar mereka akan cepat tergeser oleh film lain yang lebih kuat secara performa.
Akankah weekend jadi titik balik bagi Kupilih Jalur Langit, Para Perasuk, dan Songko? Atau justru Ghost in the Cell makin tak terkejar?




