Baru Menjabat, Kalapas Takalar Andi Gunawan Fokus 15 Program Prioritas Kementerian Hukum dan HAM

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, TAKALAR – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Takalar yang baru Andi Gunawan, membeberkan strategi dan langkah dalam mengimplementasikan 15 program prioritas Kementerian Hukum dan HAM.

Hal itu Andi Gunawan utarakan saat
menggelar silaturahmi dengan sejumlah insan pers di Kabupaten Takalar, Jumat, (24/04/2026). Pertemuan berlangsung di Kantor Lapas Kelas IIB Takalar, Jalan Poros Takalar–Jeneponto, Kelurahan Pappa, Kecamatan Pattallassang.

Dalam kesempatan itu, Andi Gunawan yang baru menjabat sebagai Kalapas Takalar, fokus utamanya mencakup ketahanan pangan, pemberantasan narkoba, serta pencegahan praktik penipuan yang kerap terjadi dari dalam lapas.

“Jadi selama bertugas di Lapas ini, kami ingin fokus pada penguatan pengamanan dan pembinaan. Tentu hal ini menjadi kunci dalam menjalankan program ini,” ujarnya.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, kata Andi, Lapas Takalar akan menerapkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya menjalin sinergi dengan aparat penegak hukum seperti kepolisian dan TNI, terutama dalam pelaksanaan razia dan penggeledahan. Selain itu, dilakukan pemeriksaan kamar hunian secara rutin maupun insidentil.

“Kami juga akan memberlakukan inspeksi harian yang dilakukan secara bergiliran oleh setiap seksi guna memastikan seluruh area dalam kondisi terpantau. Pengawasan terhadap fasilitas fisik, seperti kondisi teralis besi, turut menjadi perhatian untuk mencegah potensi gangguan keamanan,” ucap Andi.

Di sisi lain, Andi membeberkan bahwa pembinaan terhadap warga binaan tetap menjadi skala prioritasnya. Lapas memastikan pemenuhan hak dasar seperti kebutuhan makan, minum, dan layanan kesehatan.

“Program pembinaan kepribadian juga dijalankan melalui kegiatan keagamaan bekerja sama dengan Kementerian Agama, serta aktivitas pramuka, kesenian, olahraga, hingga penyediaan perpustakaan,” ujarnya.

Selain itu, pembinaan kemandirian dilakukan melalui pelatihan keterampilan agar warga binaan memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.

Berdasarkan data terbaru, jumlah warga binaan di Lapas Takalar mencapai 580 orang. Sekitar 50 persen di antaranya terjerat kasus narkoba.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, sehingga pihak lapas berencana memperkuat kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional untuk program rehabilitasi.

Dari sisi asal. Ia menjelaskan sekitar 80 persen warga binaan Lapas Takalar didominasi oleh warga lokal, sementara sisanya merupakan pindahan dari dari luar seperti dari Rumah Tahanan Makassar. Untuk warga binaan perempuan terdapat 12 orang yang sebelumnya 13 orang namun baru saja bebas.

“Adapun jumlah warga binaan perempuan tercatat 12 orang, yang umumnya menjalani masa tahanan singkat atau proses persidangan,” terangnya.

Andi menekankan pentingnya peran keluarga dalam proses pembinaan. Menurutnya, dukungan keluarga dapat menjadi faktor pendorong bagi warga binaan untuk berubah dan berperilaku lebih baik.

“Pendekatan pembinaan tidak bisa berdiri sendiri. Peran keluarga sangat penting dalam membangun motivasi mereka untuk kembali ke masyarakat secara positif,” kata dia. (mgs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamenaker Sebut Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah Tetapi Kompetensi
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Pendakwah Khalid Basalamah Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Naik MRT, LRT, hingga Transjakarta Hanya Bayar Rp1 Berlaku Besok   
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Tasya Farasya Buka Suara Setelah Dihujat Gara-gara Cuitan ‘Halo Kakak Spill Skincare’
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Ketum Projo Imbau agar Tak Adu Domba Tokoh Bangsa, Jubir JK Sebut Semua Sudah Jelas
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.