Senada dengan Dedi Mulyadi, Wali Kota Bandung Akui Kinerja 1.500 Penyapu Jalan Tidak Efektif, Farhan: Diminta Datang Jam 4, Datangnya Tidak Jam 4

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Senada dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui kinerja 1.500 penyapu jalan tidak efektif.

Sebelumnya, Kang Dedi Mulyadi atau KDM blak-blakan mempertanyakan kinerja 1.500 penyapu jalan di Kota Bandung. 

Pasalnya, dari banyaknya petugas itu dia tidak melihat Kota Bandung menjadi lebih bersih. 

"Jadi saya lihat yang dari 1.500 itu mungkin hanya tanda tangan saja tapi kerjanya enggak. Coba kalau 1.500 disebar di Kota Bandung kan kelihatan, sekarang tidak kelihatan," katanya dikutip Jumat (24/4/2026). 

Bahkan, KDM blak-blakan mengatakan dengan adanya 1.500 penyapu jalan seharusnya lingkungan di Kota Bandung lebih bersih dan tertata.

Merespons kekecewaan itu, akhirnya Wali Kota Bandung buka suara. Sebelumnya, Farhan mencari bukti terlebih dahulu.

"Saya konsultasi berdua dengan Pak KDM dalam sekali. Nah, maka saya kemudian harus menemukan evidence (bukti) dulu," ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (23/4/2026). 

Setelah menemukan buktinya, Farhan mengakui kinerja penyapu jalan yang berjumlah 1.500 orang tidak memberikan perubahan signifikan.

Farhan mengatakan selama ini fungsi pengawasan dan pendataan petugas penyapu jalan masih manual. 

Setelah melakukan evaluasi, Farhan menemukan adanya sejumlah permasalahan terkait 1.500 penyapu jalan itu.

Salah satu permasalahan real yang diceritakannya, yakni saat acara peluncuran program percobaan “Anu Sasapu Bandung” pada 19 April 2026 lalu. Di acara itu, Farhan melihat penyapu jalan tidak disiplin. 

“Saya ningali (lihat), oh ternyata benar, memang efektivitasnya rendah ya. Ketika saya minta datang jam 4 pagi, datangnya tidak jam 4. Harusnya jam 6 tuh sudah bersih. Masih banyak yang belum bersih," ungkap Farhan. 

Untuk mengatasi permasalahan ini Farhan menyebut pihaknya akan menurunkan petugas penyapu jalan tambahan yang dibagi menjadi tiga waktu kerja. 

Bahkan, sambung dia, nantinya kontrol petugas penyapu jalan akan dilakukan secara digital. 

"Nanti provinsi akan menurunkan pasukan sapu-sapu juga ya dalam dua shift kita akan membantu dalam satu shift yang ketiga. Semuanya nanti akan dilacak menggunakan aplikasi,” katanya. (nsi) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cedera Belum Pulih, Pratama Arhan Kena Pukulan Telak Usai Bangkok United Rekrut Bek Korea di Tengah Regulasi Baru
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Kejari Magetan Tetapkan Ketua DPRD sebagai tersangka Korupsi Dana Hibah Pokir
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Breaking News! IHSG Anjlok 2,46%
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bareskrim Tetapkan Pendakwah SAM Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santri
• 9 jam laludetik.com
thumb
PKB Sambut Positif Usulan KPK agar Capres Harus Kader Partai
• 18 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.