MADINAH – Menu konsumsi jamaah haji Indonesia 2026 di Kota Madinah tetap mengusung cita rasa Nusantara dengan penggunaan bumbu khas Tanah Air, meski disiapkan dan didistribusikan di Arab Saudi. Hal ini dilakukan agar makanan lebih sesuai dengan selera jamaah selama berada di Madinah.
Sebanyak 23 dapur katering dilibatkan dalam penyediaan konsumsi jamaah. Seluruh proses produksi hingga distribusi berada dalam pengawasan ketat guna menjamin kualitas makanan serta kepatuhan terhadap standar kesehatan.
Distribusi makanan dilakukan tiga kali sehari, mencakup sarapan, makan siang, dan makan malam. Makanan dikirim langsung ke hotel sehingga memudahkan jamaah, terutama lanjut usia, tanpa perlu keluar untuk mencari makan.
“Kita ada meal test ke Daker atau ke wisma untuk dicoba terlebih dahulu sebelum diberikan kepada jamaah, guna mengecek bahwa konsumsi yang diberikan sudah sesuai dengan ketentuan, baik dari sisi gramasi maupun kualitasnya," katanya dikutip Jumat (24/4/2026).




