Bisnis.com, PADANG - PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP) Proyek KPBU Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) menyampaikan progres proyek flyover Sitinjau Lauik terus dikebut seiring pembahasan lahan berlanjut.
Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik Michael Arthur Paulus Rumenser mengatakan dalam pelaksanaan proyek, HPSL memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap nilai-nilai sosial serta kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
"Dalam proyek ini, kami berkomitmen dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, andal, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sumatra Barat," katanya, dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).
Dari sisi konstruksi, lanjutnya, progres pembangunan flyover Panorama I Sitinjau Lauik menunjukkan perkembangan yang signifikan. Setelah menyelesaikan pekerjaan struktur bawah seperti abutment (kepala jembatan) dan pilar, kini bentuk Jembatan 1 mulai terlihat semakin jelas.
Dia menjelaskan pada Kamis (9/4) lalu telah dilaksanakan pemasangan girder (balok utama penopang jembatan) di Jembatan 1, yang merupakan tahapan krusial dalam pembentukan struktur atas jembatan. Hingga memasuki minggu ke-56 per 17 April 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai 16,4%.
Dalam periode tersebut, tim konstruksi juga telah menyelesaikan pemasangan girder pada beberapa bentang, sehingga struktur utama jembatan secara bertahap mulai terbentuk.
Baca Juga
- Hilirisasi Jadi Jurus Dongkrak Harga Gambir Sumbar
- Tak Selaras Dampak di Daerah, Gubernur Sumbar Berharap Kebijakan Fiskal Dikaji Ulang
- Sumbar Gandeng Danantara, Solo ke Asbanda
"Saat ini, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan tulangan besi, pemasangan cetakan (bekisting), serta pengecoran pada bagian penghubung antar girder sebagai persiapan menuju pengecoran lantai jembatan," sebutnya.
Dikatakannya seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan pengawasan yang ketat guna memastikan kualitas konstruksi serta aspek keselamatan kerja tetap terjaga sesuai standar yang berlaku.
Di sisi lain, progres pengadaan lahan juga terus menunjukkan perkembangan yang signifikan sebagai bagian dari tahapan penting proyek.
Kemudian pada Rabu (8/4), proses pengadaan lahan telah memasuki tahapan lanjutan, di mana secara bertahap sebanyak 4 bidang tanah telah tuntas melalui rangkaian proses penawaran, hingga penetapan konsinyasi, yang menjadi dasar penerbitan Pemutusan Hubungan Hukum (PHH) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Menurutnya tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Penyerahan Hasil Pelaksanaan Pengadaan Tanah kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Dari total target pengadaan lahan masyarakat sebanyak 31 bidang tanah, termasuk di dalamnya fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos/fasum), proses selanjutnya terus berjalan. Pada Selasa (21/4) dilakukan lanjutan penawaran konsinyasi terhadap 8 bidang tanah, sehingga secara kumulatif jumlah bidang yang telah melalui tahapan penawaran konsinyasi mencapai 12 bidang.
Dengan capaian tersebut, saat ini tersisa sekitar 5 bidang lahan masyarakat dengan luas lebih kurang 0,07 hektare, dan 2 bidang sudah didaftarkan konsinyasi ke PN Padang dan menunggu jadwal penawaran dari PN Padang serta 3 bidang masih dalam proses tindak lanjut oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatra Barat sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Pengadaan tanah merupakan bagian dari kewenangan pemerintah yang dilaksanakan oleh instansi berwenang, dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama stakeholder terkait.
Dia bilang seluruh proses tersebut dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, transparansi, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat, termasuk nilai-nilai adat.
"HPSL senantiasa berkomitmen untuk menjaga komunikasi yang baik serta membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung kelancaran pembangunan proyek," ucap dia.
Dia menyampaikan HPSL berkomitmen untuk menjalankan peran sebagai Badan Usaha Pelaksana secara profesional serta mendukung penuh proses yang dilaksanakan oleh pemerintah.
"Kami juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar pembangunan proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi kita semua," tutupnya
Keberadaan flyover Sitinjau Lauik I diharapkan dapat menjadi solusi atas kondisi jalan eksisting yang memiliki tikungan ekstrem dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi. Pembangunan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga memperkuat konektivitas antara Kota Padang dan Solok serta wilayah sekitarnya.
Dengan meningkatnya konektivitas tersebut, proyek ini diharapkan dapat mendorong kelancaran distribusi logistik, efisiensi waktu tempuh, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.





