BNPB: Ada 814 Bencana Alam pada Januari–April, Mayoritas Banjir dan Cuaca Ekstrem

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

BNPB juga melaporkan banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan total 384 kejadian.

BNPB: Ada 814 Bencana Alam pada Januari–April, Mayoritas Banjir dan Cuaca Ekstrem. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejak awal tahun hingga 24 April, terjadi 814 bencana di Indonesia. Mayoritas yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir dan cuaca ekstrem. 

“Bencana alam yang mendominasi adalah bencana hidrometeorologi 99,26 persen dan bencana geologi 0,74 persen dengan urutan bencana banjir, cuaca ekstrem, karhutla, tanah longsor, dan gelombang pasang atau abrasi,” tulis BNPB dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga:
Pencairan Dana Siap Pakai Rp4,6 Triliun untuk BNPB Telah Terealisasi

BNPB melaporkan banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan total 384 kejadian. Disusul oleh cuaca ekstrem sebanyak 253 kejadian, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 85 kejadian, serta tanah longsor sebanyak 72 kejadian. 

Selain itu, tercatat delapan kejadian gelombang pasang atau abrasi dan enam kejadian kekeringan. Untuk kategori bencana geologi, telah terjadi lima kali gempa bumi dan satu kali erupsi gunung api selama empat bulan pertama tahun ini.

Baca Juga:
BNPB Catat Banjir Masih Mendominasi Bencana di Indonesia

Rentetan bencana ini membawa dampak kemanusiaan yang signifikan. Data BNPB menunjukkan sebanyak 214 orang dinyatakan meninggal dunia, 13 orang hilang, dan 1.670 orang mengalami luka-luka. 

Dampak yang paling masif terlihat pada jumlah warga yang menderita dan harus mengungsi, yakni mencapai 2.352.265 jiwa.

Baca Juga:
Begini Cara BNPB Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Kerusakan materiil juga tercatat cukup besar. Sebanyak 8.962 rumah dilaporkan rusak, dengan rincian 1.661 rusak berat, 1.879 rusak sedang, dan 5.422 rusak ringan. 

Bencana juga merusak fasilitas publik, di antaranya 95 tempat ibadah, 52 jembatan, 43 bangunan satuan pendidikan, 35 fasilitas pelayanan kesehatan, dan 11 kantor pemerintah.

Secara geografis, Pulau Jawa menjadi wilayah dengan frekuensi bencana tertinggi. BNPB mencatat Jawa Tengah dengan angka kejadian terbanyak yakni 156 bencana, disusul Jawa Barat dengan 138 kejadian, dan Jawa Timur dengan 115 kejadian. Wilayah lain yang menunjukkan angka cukup tinggi adalah Nusa Tenggara Barat (NTT) dengan 53 kejadian.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Peringati Hari Transportasi Nasional, Naik Bus Transj-MRT-LRT Gratis
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Tiga Jenama Emas di Pegadaian Jumat Pagi Kompak Turun Harga Lagi
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
UU PPRT Akhirnya Disahkan, Pekerja Rumah Tangga Kini Berstatus Formal
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Ducati Rayakan Eksistensi 100 Tahun di Industri Otomotif Global
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Remaja 15 Tahun di Padang Jadi Calon Haji Termuda 2026 Usai Gantikan Orang Tua yang Wafat
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.