Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) kembali melakukan penangkapan ikan sapu-sapu sebanyak 320 kilogram (kg) di Waduk Kaja, Jalan Raya Ciracas, RT 001/RW 11, Ciracas, Jakarta Timur.
"Hingga saat ini, sudah tertangkap sekitar 320 kilogram ikan sapu-sapu. Proses ini masih terus berlangsung sambil menunggu air lebih surut agar penangkapan bisa lebih maksimal," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin dalam kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu di Waduk Kaja, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat.
Dalam proses penangkapan itu, petugas melakukan penurunan volume air waduk secara bertahap guna memudahkan pengambilan ikan sapu-sapu yang dikenal sebagai spesies invasif.
Meskipun air belum surut sepenuhnya hingga ke dasar, hasil tangkapan sudah cukup signifikan.
Munjirin mengatakan ikan selain sapu-sapu yang ikut tertangkap akan dilepaskan kembali ke dalam waduk untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mengingat ikan sapu-sapu dapat merusak lingkungan perairan dan mengganggu keberadaan ikan lokal.
Terkait proses pemusnahan, dia menyebutkan ikan sapu-sapu yang telah ditangkap akan dikumpulkan, ditimbang, kemudian dimatikan sebelum akhirnya dikubur.
Metode itu merupakan rekomendasi dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) sebagai langkah penanganan yang aman dan efektif.
Baca juga: Sudinkes Jaktim ingatkan risiko diare dari konsumsi ikan sapu-sapu
Lebih lanjut, Munjirin memastikan kegiatan serupa akan dilakukan di seluruh kecamatan di Jakarta Timur. Namun, untuk saat ini, pelaksanaannya masih dipusatkan di Waduk Kaja yang berlokasi di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas.
Dia pun mengimbau masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam upaya pengendalian ikan sapu-sapu di wilayah masing-masing.
Keterlibatan warga, kata dia, sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan.
"Kami mengajak masyarakat yang ingin membantu proses penangkapan ikan sapu-sapu agar bisa dilakukan di wilayahnya masing-masing," tutur Munjirin.
Melalui kegiatan itu, dia berharap kondisi ekosistem waduk di Jakarta Timur semakin terjaga, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.
Selain penangkapan ikan sapu-sapu, Pemkot Jakarta Timur juga menggelar kegiatan rutin "Jumat Menanam" di lokasi tersebut.
Munjirin mengungkapkan Waduk Kaja merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang baru dibangun oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur dan kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, waduk tersebut juga diharapkan menjadi ruang ekologis yang sehat dan berkelanjutan.
Baca juga: Jaktim soroti ancaman penyakit kronis akibat konsumsi ikan sapu-sapu
Baca juga: Pemkot Jaktim tangkap 1,83 ton ikan sapu-sapu di 10 kecamatan
"Hingga saat ini, sudah tertangkap sekitar 320 kilogram ikan sapu-sapu. Proses ini masih terus berlangsung sambil menunggu air lebih surut agar penangkapan bisa lebih maksimal," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin dalam kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu di Waduk Kaja, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat.
Dalam proses penangkapan itu, petugas melakukan penurunan volume air waduk secara bertahap guna memudahkan pengambilan ikan sapu-sapu yang dikenal sebagai spesies invasif.
Meskipun air belum surut sepenuhnya hingga ke dasar, hasil tangkapan sudah cukup signifikan.
Munjirin mengatakan ikan selain sapu-sapu yang ikut tertangkap akan dilepaskan kembali ke dalam waduk untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mengingat ikan sapu-sapu dapat merusak lingkungan perairan dan mengganggu keberadaan ikan lokal.
Terkait proses pemusnahan, dia menyebutkan ikan sapu-sapu yang telah ditangkap akan dikumpulkan, ditimbang, kemudian dimatikan sebelum akhirnya dikubur.
Metode itu merupakan rekomendasi dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) sebagai langkah penanganan yang aman dan efektif.
Baca juga: Sudinkes Jaktim ingatkan risiko diare dari konsumsi ikan sapu-sapu
Lebih lanjut, Munjirin memastikan kegiatan serupa akan dilakukan di seluruh kecamatan di Jakarta Timur. Namun, untuk saat ini, pelaksanaannya masih dipusatkan di Waduk Kaja yang berlokasi di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas.
Dia pun mengimbau masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam upaya pengendalian ikan sapu-sapu di wilayah masing-masing.
Keterlibatan warga, kata dia, sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan.
"Kami mengajak masyarakat yang ingin membantu proses penangkapan ikan sapu-sapu agar bisa dilakukan di wilayahnya masing-masing," tutur Munjirin.
Melalui kegiatan itu, dia berharap kondisi ekosistem waduk di Jakarta Timur semakin terjaga, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.
Selain penangkapan ikan sapu-sapu, Pemkot Jakarta Timur juga menggelar kegiatan rutin "Jumat Menanam" di lokasi tersebut.
Munjirin mengungkapkan Waduk Kaja merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang baru dibangun oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur dan kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, waduk tersebut juga diharapkan menjadi ruang ekologis yang sehat dan berkelanjutan.
Baca juga: Jaktim soroti ancaman penyakit kronis akibat konsumsi ikan sapu-sapu
Baca juga: Pemkot Jaktim tangkap 1,83 ton ikan sapu-sapu di 10 kecamatan





