Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional, edukasi mengenai ketahanan pangan kini mulai digencarkan kepada siswa di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Program yang digagas oleh Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan kemandirian pangan sejak dini melalui lingkungan sekolah.
Kegiatan edukasi ini menyasar sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya SDN 2 Sukorejo, SDN 4 Sukorejo, dan SMPN 1 Gandusari. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pertanian di lahan sekolah mereka masing-masing.
Para siswa diajak untuk memanfaatkan lahan sekolah yang ada dengan menggunakan media tanam polybag. Berbagai jenis tanaman, mulai dari sayur-sayuran hingga buah-buahan, menjadi objek praktik bagi para peserta didik.
Tahapan edukasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup:
- Proses pengolahan tanah.
- Penanaman bibit tanaman.
- Perawatan tanaman secara rutin hingga masa panen.
Baca juga: Cadangan Beras Tembus 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Nasional Makin Kuat
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyatakan dukungannya terhadap program ini. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai penting selain sekadar misi swasembada pangan, yakni sebagai sarana nation and character building bagi generasi muda.
"Jadi sejak kecil anak-anak diajari untuk bagaimana punya tanggung jawab," ujar Bupati Nur Arifin.
Melalui proses menanam, merawat, hingga nantinya mengonsumsi hasil panen sendiri, siswa belajar mengenai arti tanggung jawab dan kemandirian. Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap gerakan ini dapat menggerakkan seluruh stakeholder untuk bersama-sama mencapai tujuan ketahanan pangan nasional.



