Baca juga: Periksa Sespri Bupati Tulungagung, KPK Dalami Pembuatan Surat Resign yang Jadi Alat Pemerasan
Ia mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, saat dirinya bersama keluarga melintas di lokasi.
Saat itu, mobil yang dikendarai suaminya tengah berhenti karena kondisi lalu lintas padat.
Namun, tiba-tiba seorang pria datang dari arah belakang dan menghampiri kendaraan mereka.
“Kondisi jalan malam itu ramai banget. Tiba-tiba orang itu datang dan langsung mepet terus marah-marah. Katanya, ‘Ini kaki gue kelindas,’” ujar Dian saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: KPK Panggil 2 Sespri Bupati Tulungagung Jadi Saksi Kasus Pemerasan
Mendengar tudingan tersebut, keluarga Dian sempat panik dan mengira insiden itu benar terjadi.
Suaminya mencoba menenangkan situasi dengan meminta maaf dan mengajak berbicara baik-baik.
Namun, pria tersebut justru diduga bertindak agresif.
Ia menendang mobil hingga bergoyang dan merusak spion kendaraan.
“Dia langsung patahin spion mobil. Dia juga nendang kenceng banget sampai mobilnya goyang,” ungkap Dian.
Baca juga: 8 Terdakwa Pemerasan RPTKA Bakal Hadapi Vonis Hakim Hari Ini
Situasi semakin tegang ketika beberapa orang lain mendekat ke lokasi.
Dian mengaku tidak mengetahui apakah mereka bagian dari pelaku atau hanya warga sekitar.