Lari Sambil Belajar Empati, Bisa Merasakan Dunia Anak Berkebutuhan Khusus

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Tren gaya hidup sehat kini mulai bergerak ke arah yang lebih bermakna. Tidak sekadar olahraga, sejumlah komunitas dan organisasi mulai menggabungkan aktivitas fisik dengan kampanye sosial, salah satunya melalui ajang lari inklusif.

Inisiatif ini terlihat dalam gelaran Nobel Run 2026 yang mengusung tema “Setara Satu Lintasan”. Acara ini dirancang bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai ruang untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya inklusivitas, khususnya bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Menunjang Performa Atlet dan Kebutuhan Pencinta Olahraga dengan Inovasi Baru
Youtuber Meninggal saat Ikuti Ajang Triathlon

Di Indonesia, isu ini masih menjadi perhatian. Data menunjukkan jutaan anak hidup dengan berbagai kondisi disabilitas, mulai dari gangguan perkembangan hingga kebutuhan terapi khusus. Tantangan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan ruang sosial yang inklusif masih dirasakan oleh banyak keluarga.

Melalui kegiatan ini, publik diajak memahami bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang, meski dengan kebutuhan yang berbeda. Konsep inklusif tidak hanya hadir dalam pesan kampanye, tetapi juga diterapkan dalam desain acara, termasuk kategori khusus bagi peserta dengan kebutuhan berbeda.

“Melalui Nobel Run 2026, kami tak hanya ingin menghadirkan event olahraga yang merangkul setiap keunikan pelari, tapi sekaligus jadi gerakan kolektif untuk membangun empati dan membuka akses untuk anak-anak yang memproses dunia dengan cara berbeda,” ujar perwakilan Nobel Audiology Center, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis 23 April 2026. 

Selain berlari, peserta juga akan diajak mengikuti berbagai aktivitas interaktif yang memberikan pengalaman langsung tentang tantangan yang dihadapi individu berkebutuhan khusus. Misalnya melalui sensory corner yang menggambarkan kondisi overstimulasi, hingga simulasi pemrosesan instruksi yang kerap menjadi hambatan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan ini dinilai penting untuk membangun empati yang lebih dalam, tidak hanya melalui teori, tetapi juga pengalaman langsung.

CEO Kitabisa Group, Vikra Ijas, menilai kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak yang lebih luas.

“Setiap langkah yang diambil peserta bukan hanya simbolis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga :
Women’s Day Run 2026 Jadi Panggung Kampanye Hidup Sehat dan Pemberdayaan Perempuan
Olahraga dengan Pemandangan Asri, Fakta-fakta Menarik Kemala Run 2026 di Bali
Kampanyekan Hidup Sehat, Komunitas Lari dan Tenaga Kesehatan Bersatu di Ajang 10K

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buka Musrenbang RKPD Sumut, Mendagri Tekankan Pentingnya Perencanaan yang Matang
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Ramai-Ramai Tokoh Israel Serang Netanyahu, Sebut Bajak Negara Sendiri
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pasar Energi Global di Ambang Bencana, Dunia Mulai Kehabisan Pasokan
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Viral Ponsel Turis Jerman Dijambret, Eksekutor hingga Penadah Tak Berdaya saat Diringkus
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Jadwal Super League Hari Ini, Kamis 23 April: Duel Krusial Malut United vs Persebaya!
• 17 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.