Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur mengimbau para petani mengatur pola tanam untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Strategi Pola Tanam Hadapi El NinoWali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan pengaturan waktu tanam menjadi langkah penting agar produktivitas pertanian tetap terjaga di tengah potensi penurunan curah hujan.
"Pola tanamnya harus diperhatikan, waktunya juga harus tepat. Karena ini mau masuk musim kemarau, kemungkinan mulai Juni atau Juli sudah terasa dampaknya," ujarnya.
Ia menjelaskan tanpa perencanaan yang matang, petani berisiko mengalami penurunan hasil hingga gagal panen akibat kekurangan air.
Selain itu, penentuan waktu panen juga perlu disesuaikan sejak awal untuk menghindari periode kekeringan ekstrem.
Efisiensi Air dan Pemilihan VarietasMunjirin juga mengingatkan pentingnya memilih jenis tanaman yang tahan terhadap kondisi kering sebagai langkah adaptasi terhadap perubahan iklim.
"Pilih jenis tanaman yang tahan musim kemarau dan tidak membutuhkan banyak air," ucapnya.
Ia menambahkan penggunaan air harus dilakukan secara efisien agar kebutuhan tanaman tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Dengan kombinasi pengaturan pola tanam, pemilihan varietas, dan pengelolaan air, Pemkot optimistis petani tetap mampu menjaga ketahanan pangan di wilayahnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut fenomena El Nino diperkirakan berlangsung sejak pertengahan April hingga September 2026 dan berpotensi memengaruhi berbagai sektor, termasuk pangan dan stabilitas harga.
"Dari BMKG sudah disampaikan bahwa El Nino akan dimulai pertengahan April sampai dengan September. Artinya, ini cepat atau lambat pasti akan memengaruhi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ujarnya.




