ESDM: RI Impor 150 Juta Barel Minyak Mentah Rusia, Bertahap hingga Akhir 2026

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah mengklaim Indonesia telah mengamankan komitmen impor minyak mentah atau crude dari Rusia dengan volume mencapai 150 juta barel. Kesepakatan impor itu didapatkan saat pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Moskow, beberapa waktu lalu.

Kesepakatan itu kemudian dipertegas lagi lewat pertemuan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia Sergei Tsivilev.

“Negosiasi kemarin sudah disepakati total impor crude dari Rusia 150 juta barel, untuk mencukupi kebutuhan kita sampai akhir tahun,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4).

Dia mengatakan, skema impor ini dilakukan bertahap, bukan sekaligus. Pasalnya, pelaksanaannya memerlukan kapasitas penyimpanan dalam negeri yang besar.

Yuliot menyampaikan, pemerintah bersama badan usaha saat ini sedang mempersiapkan regulasi dan mekanisme impor crude Rusia tersebut. Regulasi itu akan mengatur apakah impor dilakukan langsung oleh BUMN atau Badan Layanan Umum (BLU).

Menurutnya, dua opsi itu memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika impor melalui BUMN, akan ada konsekuensi, dan; jika dilakukan BLU ada kemudahan termasuk terkait pembiayaan.

“Kalau BUMN kan sudah ada kontrak dengan pihak lain untuk pemenuhan dalam negeri. Di BUMN juga harus melalui tender, (tapi impor ini) skemanya G2G,” ujarnya.

Yuliot menuturkan, impor dari Rusia nanti tak hanya diserap Pertamina, namun juga diperuntukkan bagi industri, bahan baku petrokimia, dan kegiatan pertambangan. Impor itu dipatok mengikuti harga pasar.

Dia mengatakan, kebutuhan konsumsi minyak Indonesia mencapai 1,6 juta barel per hari (bph). Dari jumlah tersebut, 600 ribu bph dipenuhi dari produksi domestik, sedangkan sisanya 1 juta bph dari impor.

Jika dihitung hingga akhir 2026 maka masih tersisa 251 hari. Dengan kata lain, Indonesia masih membutuhkan impor 251 juta barel. Dari jumlah tersebut, 150 juta barel didapatkan dari Rusia.

“Ini bisa dikalkulasikan masih kurang, kami saat ini juga mencari tambahan dari negara lain termasuk Amerika Serikat,” ucapnya.

Selain crude, Indonesia juga berpotensi mendapatkan pasokan liquified petroleum gas (LPG) alias elpiji dari Rusia. Namun untuk yang ini belum ada perincian volumenya.

Potensi Pengiriman Bulan Ini

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya mengatakan bahwa minyak mentah impor dari Rusia kemungkinan dikirim ke Indonesia mulai bulan ini. Dia menyebut pemerintah memang menargetkan agar komoditas tersebut bisa tiba secepatnya. 

“Insyaallah kalau untuk crude mungkin bisa (dikirim) bulan ini,” kata Bahlil saat ditemui di kantornya, Jumat (17/4) pekan lalu.

Dia menuturkan, Indonesia mengejar impor dari Rusia lantaran kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu. “Kita tidak bisa mengharapkan (pasokan) hanya dari satu negara, harus ada diversifikasi. Insyaallah (stok) crude kita akan semakin baik,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Naskah Khutbah Jumat 24 April 2026: Ramai soal Ikan Sapu-sapu, Bolehkah Mengubur Hewan Hidup-hidup dalam Islam?
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Gaduh Tarif Selat Malaka, Purbaya: Bukan Kayak Preman Gitu, Lewat Bayar!
• 2 jam laludisway.id
thumb
Listrik di Jakarta Bakal Padam 3 Kali, Catat Tanggalnya!
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Trump Atur Rencana Pertemuan Netanyahu dan Presiden Lebanon
• 12 jam laludetik.com
thumb
Kemenkes Peringatkan Ancaman Gangguan Mental pada Jemaah Haji 2026
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.