Gaduh Tarif Selat Malaka, Purbaya: Bukan Kayak Preman Gitu, Lewat Bayar!

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait kabar mengenai pengenaan tarif bagi kapal yang melintasi Selat Malaka.

Ia menegaskan kabar tersebut tidaklah benar.

Ia menegaskan, Indonesia tidak akan melakukan hal itu. Sebab, Indonesia sebagai negara penandatangan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tidak memiliki kewenangan untuk memungut tarif dari kapal yang sekadar melintas.

BACA JUGA:Indonesia Tolak Tarif Selat Malaka, Menlu Singgung Isi Konvensi PBB

"Jadi saya tahu betul peraturannya. Kita adalah penandatangan unclose. Tidak bisa kita menangkan tarif untuk kapal yang lewat kecuali dalam bentuk-bentuk servis," katanya media briefing di Gedung BPPK, Jakarta Selatan, Jumat 24 April 2026.

"Jadi misalnya di Banten, selat Banten, kita buat servis macam-macam dulu," sambungnnya.

Ia menjelaskan, prinsip dalam hukum laut internasional yang mewajibkan Indonesia mengizinkan jalur pelayaran dan menjamin keamanan bagi kapal-kapal yang melintas di perairan strategis seperti Selat Malaka.

BACA JUGA:Indonesia Tolak Pungutan Kapal di Selat Hormuz, Tegaskan Prinsip Freedom of Navigation

"Terus bahkan itu di freedom of navigation itu kita diwajibkan kita mengizinkan kapal-kapal yang lewat di situ kita bahkan kita harus menjaga keamanan di sana seperti itu," jelasnya.

Lebih lanjut, Purbaya menambahkan, pemerintah akan mengoptimalkan layanan maritim, yang meliputi pemanduan kapal, penggantian awak kapal, hingga penyediaan logistik dan bahan bakar.

BACA JUGA:Menlu Sugiono: Krisis Pupuk Global Imbas Selat Hormuz, RI Tetap Aman

Adapun lokasinya, akan dikembangkan di wilayah strategis seperti selat Sunda dan Selat Lombok, serta titk lain seperti wilayah Banten dan pulau-pulau kecil yang berpotensi menjadi tempat labuh jangkar.

"Jadi bukan apa kayak uang preman gitu, lewat bayar lewat bayar nggak seperti itu. Kalau Iran sama Amerika kan tidak bukan penandatangan UNCLOS," tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Liverpool Ingin Segera Beli ‘Penyerang Ajaib’ yang Diincar Banyak Klub Raksasa, Takut Harganya Mahal Setelah Piala Dunia
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Mantan Penasihat Trump: Presiden Tersesat, tidak Tahu Apa yang harus Dilakukan Selanjutnya
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Dua Pemainnya Diborong Pink Spiders, Red Sparks akan Sulit Juara V-League Musim Depan Sekalipun Megawati Hangestri Comeback?
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Hore! Naik MRT, TransJ, hingga LRT Jakarta Hari Ini Gratis
• 14 jam laludetik.com
thumb
Apresiasi Langkah Proaktif Warganya, Dedi Mulyadi: Kalau Selama Ini Ikan Sapu-Sapu Sudah Diambil sama Warga Jabar
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.