Donald Trump Ogah Pencet Tombol Nuklir

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis, 23 April, menolak untuk menyerang Iran dengan senjata nuklir, setelah ancaman sebelumnya untuk menghancurkan peradaban Iran. 
 
"Tidak, saya tidak akan menggunakannya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih dikutip dari Lemonde
 
"Mengapa saya harus menggunakan senjata nuklir ketika kita telah, dengan cara yang sangat konvensional, menghancurkan mereka tanpa itu?" tanyanya. 
  Baca juga:  Donald Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Negosiasi dengan Iran Masih Menggantung    
"Sebuah senjata nuklir tidak boleh pernah diizinkan untuk digunakan oleh siapa pun." tegas dia. 

Pada 7 April, Donald Trump mengeluarkan ancaman genosida kepada Iran bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini, tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali," tetapi dalam beberapa jam setuju untuk gencatan senjata yang sejak saat itu ia perpanjang dalam perang yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
 
Selama konflik, Wakil Presiden JD Vance memperingatkan AS siap untuk meningkatkan kerusakan pada Iran dengan senjata yang belum pernah digunakan sebelumnya, tetapi Gedung Putih membantah dia mengancam serangan nuklir. 
 
Vance, dalam negosiasi yang gagal, telah mendesak Iran untuk memberikan konsesi yang lebih besar terkait pekerjaan nuklirnya yang diperdebatkan. 
 
Donald Trump mengatakan kepada para reporter dia menginginkan Iran "tanpa senjata nuklir yang akan mencoba meledakkan salah satu kota kita atau meledakkan seluruh Timur Tengah."
 
Iran membantah mencari senjata nuklir dan pengawas nuklir PBB mengatakan bahwa bom atom tidak akan segera terjadi sebelum perang. 
 
AS adalah satu-satunya negara yang telah menggunakan senjata nuklir dalam pertempuran, menghancurkan kota-kota Jepang Hiroshima dan Nagasaki pada akhir Perang Dunia II, membunuh sekitar 214.000 orang. Israel secara luas diketahui memiliki senjata nuklir, tetapi tidak secara publik mengakuinya.
 
Pernyataan umum Donald Trump yang menentang penggunaan senjata nuklir tampaknya bertentangan dengan doktrin nuklir AS yang telah lama ada, yang mempertahankan hak untuk menggunakan senjata nuklir. Trump sebelumnya telah menyerukan diakhirinya moratorium AS terhadap pengujian nuklir sebagai tanggapan terhadap tuduhan AS tentang pengujian rahasia oleh China dan Rusia.
 
Mantan presiden Barack Obama telah menyerukan tujuan akhirnya untuk dunia tanpa senjata nuklir, tetapi pemerintahannya juga mengatakan selama senjata tersebut ada, persenjataan AS akan berfungsi sebagai pencegah. AS telah menolak seruan untuk menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu dalam sebuah konflik.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Ngaku Tak Tahu Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih: APBN Cuma Bayar Cicilan Rp40 Triliun
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemenpar Ungkap Tantangan Genjot Wisman di Tengah Konflik Global
• 27 menit lalubisnis.com
thumb
Pria Meninggal Usai Diduga Sengaja Lindaskan Diri ke Truk di Jalan Raya Mojo Kediri
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jadwal Bundesliga: Bayern juara, perburuan tiket zona Eropa memanas
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
El Nino 2026 Mengintai, Kemenhut Siapkan Langkah Pencegahan Karhutla Bersama BMKG
• 19 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.