Di tengah banyaknya pilihan platform belanja online, rasa aman dan minim risiko menjadi pertimbangan utama bagi konsumen.Hal inilah yang melatarbelakangi LazMall menghadirkan ragam fitur penjaminan untuk membuat pengalaman belanja terasa lebih nyaman.
Mulai dari kepastian produk 100 persen asli dari brand resmi, pengiriman tepat waktu, hingga fleksibilitas pengembalian barang hingga 60 hari setelah diterima dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Dengan berbagai jaminan tersebut, kumparan mencoba langsung bagaimana pengalaman belanja di LazMall secara menyeluruh melalui aplikasi Lazada. Dimulai dari mencari produk, memilih, hingga mengembalikan barang.
Proses pencarian produk biasanya menjadi tahap yang cukup memakan waktu, terutama ketika harus mengetik kata kunci dan menelusuri banyak pilihan yang tersedia. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lazada menghadirkan fitur “Message+” melalui AI Lazzie yang dapat membantu pengguna menemukan produk secara lebih praktis.
kumparan ingin mencari blouse berwarna merah maroon namun masih kebingungan mencari model blouse yang diinginkan. Untuk mempercepat pencarian produk yang sesuai keinginan. kumparan pun mencoba menggunakan AI Lazzie yang kemudian menampilkan sejumlah rekomendasi produk yang relevan. Pilihan yang ditampilkan juga dilengkapi dengan perbandingan harga serta opsi toko, sehingga proses pencarian menjadi lebih terarah dan efisien.
Dari rekomendasi tersebut, kumparan menelusuri salah satu produk yang dianggap paling sesuai dengan mengklik halaman detail produk.
Pada halaman ini, informasi yang ditampilkan cukup lengkap. Namun, ada satu hal yang langsung menarik perhatian, yakni label “30 days free return, no questions asked”.
Melihat label tersebut, kumparan pun mencoba mencari tahu lebih lanjut mengenai fitur ini. Dari penelusuran yang dilakukan di dalam aplikasi, diketahui bahwa produk dengan label tersebut memungkinkan pembeli untuk melakukan pengembalian hingga 30 hari setelah barang diterima tanpa dikenakan biaya tambahan, baik melalui layanan drop-off maupun pick-up.
Menariknya, pengembalian ini tidak hanya berlaku untuk kondisi tertentu seperti produk rusak, tetapi juga mencakup alasan change of mind atau perubahan keputusan setelah barang diterima baik itu ingin mengubah warna atau ukuran. Hal ini memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi pembeli, terutama jika produk yang diterima ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi.
Namun, label pengembalian seperti ini tidak selalu tersedia di semua produk. Artinya, keberadaan label tersebut bisa menjadi salah satu pertimbangan tambahan saat memilih barang, khususnya bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas lebih atau cenderung masih ragu dalam menentukan pilihan.
Selain fitur pengembalian tersebut, ada pula hal menarik lain yang ditemukan pada halaman produk, yakni fitur “Ask the Buyer”.
kumparan pun penasaran dengan fitur ini. Setelah menelusuri beberapa toko lain karena pada produk yang dipilih belum terdapat pertanyaan dari pengguna, diketahui bahwa fitur “Ask the Buyer” memungkinkan calon pembeli untuk bertanya langsung kepada pengguna lain yang telah membeli produk tersebut.
Dengan begitu, informasi yang didapatkan bisa lebih spesifik sesuai kebutuhan, misalnya terkait kenyamanan bahan atau detail penggunaan yang tidak selalu tercantum di deskripsi produk.
Berbeda dengan review yang bersifat satu arah dan berdasarkan pengalaman pengguna sebelumnya, fitur ini membuka ruang interaksi dua arah.
kumparan lalu memanfaatkan fitur “Ask the Buyer” dengan menanyakan langsung kepada pengguna lain yang telah lebih dulu membeli blouse tersebut, salah satunya terkait kenyamanan bahan: apakah blouse tersebut terasa nyaman saat digunakan.
Fitur berbasis AI “Ask the Buyer” ini memang dihadirkan Lazada untuk membantu pengguna mengajukan pertanyaan yang bisa mendorong pembeli sebelumnya menjawab pertanyaan, sehingga membantu pengguna membuat keputusan yang tepat mengenai pembelian mereka.
Setelah dirasa sesuai, pembelian kemudian dilakukan melalui kanal resmi di dalam aplikasi. Berbagai jaminan yang ditawarkan membuat proses pembelian terasa lebih nyaman, terutama karena pengguna tidak perlu terlalu khawatir terkait keaslian produk maupun ketersediaan stok semua jelas dipaparkan dalam aplikasi.
Tahap check out berlangsung seperti transaksi pada umumnya, dengan berbagai pilihan metode pembayaran yang tersedia. Dalam proses ini, pembayaran dilakukan melalui transfer bank menggunakan virtual account. Setelah pembayaran dikonfirmasi, status pesanan dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi hingga produk diterima.
Sesuai estimasi, pesanan pun tiba tepat tanggal 11 April 2026. Produk yang diterima dalam kondisi baik dan sesuai dengan deskripsi.
Namun, setelah dicoba, ukuran yang dipilih ternyata terlalu kecil dan kumparan berubah pikiran untuk mengubah ukuran.
kumparan ingat bahwa sebelumnya pada halaman produk terdapat label pengembalian yang memungkinkan return hingga 30 hari, termasuk untuk alasan change of mind (berubah pikiran). Informasi tersebut menjadi cukup relevan, karena memberikan kepastian bahwa produk masih bisa dikembalikan meskipun tidak ada kerusakan.
Fleksibilitas ini menjadi penting, terutama ketika produk yang diterima tidak sepenuhnya sesuai kebutuhan konsumen. Di Lazada, pengembalian dengan alasan perubahan keputusan tetap dapat dilakukan selama produk memiliki label pengembalian yang sesuai. Hal ini memberikan rasa aman karena pembeli memiliki opsi yang jelas setelah barang diterima.
Proses pengajuan return pun dilakukan langsung melalui aplikasi dan semua tata caranya dijelaskan secara detail.
kumparan membuka menu “Pesanan Saya”, lalu memilih produk yang ingin dikembalikan dan menekan opsi Return/Refund. Setelah itu, sistem menampilkan beberapa pilihan alasan pengembalian, dan kumparan memilih change of mind sebagai alasan utama.
Pada tahap berikutnya, kumparan diminta untuk melengkapi beberapa informasi pendukung, seperti memilih metode pengembalian dana (refund) dan metode pengembalian barang, mulai dari drop-off ke lokasi pengiriman tertentu hingga layanan pick-up, tergantung pada ketersediaan di area pengguna.
Setelah memilih layanan pick-up oleh kurir, kumparan harus menentukan jadwal penjemputan sesuai dengan slot waktu yang tersedia. Informasi terkait alamat penjemputan juga sudah terisi otomatis berdasarkan data pengiriman sebelumnya, sehingga tidak perlu menginput ulang.
Tak lupa, penyertaan foto terkait kondisi produk serta keterangan singkat terkait alasan pengembalian. Dalam hal ini kumparan menyebutkan bahwa ingin mengubah size. Seluruh informasi ini digunakan sebagai bahan verifikasi sebelum permintaan diproses lebih lanjut.
Setelah pengajuan dikirim, kumparan perlu menunggu proses verifikasi terlebih dahulu. Dalam tahap ini, sistem atau pihak penjual akan meninjau permintaan pengembalian sebelum proses selanjutnya dapat dilakukan.
Hanya perlu menunggu dua hari, permohonan return disetujui oleh seller. Proses pengembalian belum langsung selesai, kumparan menunggu pihak kurir untuk menjemput barang untuk dikembalikan ke seller.
Sesuai dengan jadwal penjemputan yang telah disepakati di aplikasi, kurir pun menghubungi kumparan dan datang untuk mengambil barang. Barulah pengembalian dana dikembalikan ke Lazada Saldo. Seluruh perkembangan proses juga dapat dipantau langsung melalui aplikasi dan akan masuk notifikasi, sehingga pengguna tetap mengetahui status pengembalian yang sedang berjalan.
Dari keseluruhan pengalaman tersebut, terlihat bahwa proses belanja di LazMall tidak hanya mempermudah pengguna dalam menemukan produk, tetapi juga memberikan rasa aman hingga tahap akhir, termasuk saat melakukan pengembalian. Dengan berbagai fitur dan jaminan yang ditawarkan, pengguna dapat berbelanja dengan lebih tenang sesuai kebutuhan masing-masing.
Artikel ini ditulis oleh penulis kumparanStudio yang gemar berbelanja, berdasarkan pengalaman langsung saat mencoba fitur di Lazada.





