Jakarta: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memastikan renovasi rumah tak layak huni di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, rampung pertengahan Juni 2026. Pengerjaan renovasi rumah itu dilakukan melalui kolaborasi gotong royong.
"Target selesai renovasi rumah tak layak huni di Menteng Tenggulun ini 15 Juni (2026)," kata Menteri PKP ditemui saat meninjau progres renovasi rumah dan revitalisasi kawasan kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, dilansir Antara, Jumat, 24 April 2026.
Baca Juga :
Warga Harap Transportasi Jakarta Digratiskan Lewat Subsidi PajakMaruarar menegaskan seluruh proses pembangunan dilakukan secara terpadu, termasuk perbaikan tempat ibadah, jalan lingkungan, jembatan, sanitasi, serta fasilitas pendukung lainnya bagi masyarakat setempat. Ia memastikan seluruh renovasi rumah ditargetkan rampung pada pertengahan Juni, dengan progres pekerjaan yang terus dipantau secara detail berdasarkan jumlah unit rumah yang telah selesai dan sedang dikerjakan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) meninjau progres renovasi rumah dan revitalisasi kawasan kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026). ANTARA/Harianto
Menurutnya, pelaporan progres harus menggunakan data konkret, agar perkembangan pembangunan dapat terukur dengan jelas dan memudahkan pengawasan terhadap target penyelesaian proyek di lapangan. Selain pembangunan fisik, program ini menekankan pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan usaha mikro agar warga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Kolaborasi program melibatkan berbagai pihak seperti arsitek, perbankan, termasuk TNI AL, serta unsur lainnya yang berkontribusi dalam pembangunan dan pendampingan masyarakat secara terpadu di kawasan tersebut.
Maruarar menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan, tetapi kemampuan masyarakat menjaga hasil penataan agar kawasan tetap tertib, bersih, dan tidak kembali kumuh. Ia optimistis program tersebut dapat menjadi percontohan nasional dalam penataan kawasan kumuh berbasis gotong royong yang selanjutnya akan diperluas ke berbagai kota besar di Indonesia.




