JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah keramaian kafe atau lobi hotel di Jakarta, ada sosok yang bekerja diam-diam tanpa terdeteksi.
Mereka adalah agen detektif swasta, yang beroperasi di balik layar untuk membantu mengungkap kebenaran dengan ketelitian, kesabaran, dan kemampuan membaur di tengah keramaian.
Layaknya dalam film layar lebar, jasa detektif swasta kini menjadi pilihan bagi sebagian orang yang membutuhkan kepastian atas kecurigaan, tanpa harus terlibat langsung.
Selly (30), misalnya, telah menjadi agen lapangan di Detektif Angel selama satu dekade. Dengan penampilan seperti orang pada umumnya, sulit membayangkan ia berprofesi sebagai detektif swasta.
Baca juga: Pakar Hukum Sarankan KPK Sewa Detektif Swasta Cari DPO Kirana Kotama di AS
Ketertarikannya bermula dari minat pada analisis dan pemecahan masalah.
“Awalnya aku sih punya ketertarikan analisis langsung kayak pemecahan masalah, dari situ mulai belajar mandiri terus ada pelatihan juga terus mulai menangani beberapa kasus kemudian dijadiin profesi,” kata Selly saat ditemui di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Selama 10 tahun, Selly membangun kariernya dari nol. Ia mempelajari metode observasi, teknik dokumentasi sebagai barang bukti, hingga kemampuan mengambil keputusan cepat di bawah tekanan.
Baginya, pengalaman di lapangan menjadi guru terbaik karena situasi tidak pernah bisa diprediksi.
"Kan bukan berarti pelatihan itu mentok disitu aja ya jadi kan kita buat mengolah sendiri kalau yang kayak gini mungkin butuh berpikir lebih cepat," ujarnya.
Cara Kerja di LapanganSelly menjelaskan, operasional di Detektif Angel dilakukan secara terstruktur dengan pembagian tugas dalam tim.
Ia biasanya bekerja bersama tiga orang lainnya saat melakukan observasi.
Sebagai agen lapangan, Selly tidak berkomunikasi langsung dengan klien. Seluruh koordinasi dilakukan melalui pimpinan mereka, Miss Angel.
Baca juga: Kisah Jubun, Detektif Swasta yang Kerap Disewa Artis hingga Petinggi Partai
“Kalau aku sama tim tiga orang lagi observasi di lapangan, pengambilan dokumentasi untuk barang bukti terbukti atau enggak misalkan apa yang diinginkan klien aja gitu,” jelasnya.
Dalam satu waktu, ia biasanya hanya menangani satu klien.
Proses investigasi berlangsung sekitar satu minggu, dengan pemantauan aktivitas target dan pelaporan secara real-time.
Jika bukti sudah diperoleh lebih cepat, kasus dapat langsung ditutup.
Tangani Beragam KasusDari berbagai kasus yang ditangani, perselingkuhan menjadi yang paling dominan.
“Perselingkuhan itu lebih banyak, kayak dari pengusaha ke partner kerjanya terus kayak penipuan, cari orang hilang, tapi yang paling banyak sih perselingkuhan," jelas Selly.
Selain itu, ia juga kerap menangani kasus orang hilang, yang dinilai lebih kompleks, terutama jika data awal sangat minim.
Dalam salah satu kasus, ia bahkan membutuhkan waktu hingga satu setengah bulan untuk menemukan seseorang.
Baca juga: Pemerintah Disarankan Sewa Detektif Swasta Buru Djoko Tjandra





