Apresiasi Langkah Proaktif Warganya, Dedi Mulyadi: Kalau Selama Ini Ikan Sapu-Sapu Sudah Diambil sama Warga Jabar

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi langkah proaktif warganya terkait ikan sapu-sapu yang akhir-akhir ini santer dibicarakan. 

Kang Dedi Mulyadi atau KDM mengapresiasi warganya yang mulai bergerak menormalisasikan ekosistem secara swadaya.

Di berbagai titik, kata KDM, warga telah melakukan penangkapan ikan sapu-sapu secara mandiri guna menekan dominasi spesies tersebut.

"Kalau selama ini ikan sapu-sapu sudah diambil sama warga Jabar," ujarnya, Kamis (23/4/2026). 

Menurut Dedi Mulyadi, tingginya populasi ikan sapu-sapu di berbagai wilayah bukanlah sekadar fenomena alam biasa, melainkan tanda-tanda kualitas air sungai telah tercemar.

Menurut dia, dominasi ikan sapu-sapu di perairan menjadi sinyal mengerikan atas ketidakseimbangan alam sungai. 

Pasalnya, kata dia, ikan sapu-sapu akan merajai ekosistem perairan dan ikan lainnya jadi tidak bisa bertahan hidup.

"Jadi kalau sungai mengalami penurunan kualitas, maka sungai yang hidup hanya sapu-sapu. Di mana pun ada air yang tercemar, di situ pasti ikan sapu-sapu akan merajai," kata KDM. 

KDM menyebut kemampuan adaptasi ikan sapu-sapu di air kotor tak main-main. Selain memonopoli, juga mematikan ikan lokal. 

Menurut dia, kondisi sungai yang buruk justru menjadi ruang ikan sapu-sapu untuk berkembang biak tanpa kompetisi.

"Ikan sapu-sapu untuk seluruh daerah ya ambil saja, tangkap saja. Ikan sapu-sapu itu tumbuh manakala sungainya sudah mengalami penurunan kualitas," terangnya. 

Oleh karena itu, menurut KDM, pembersihan fisik ikan sapu-sapu saja tidak akan menyelesaikan masalah.

Dia pun menyebut ada dua cara untuk mengembalikan habitat ikan endemik.

"Jadi kalau ingin menghilangkan ikan sapu-sapu ada dua hal. Pertama, ikan sapu-sapunya harus diangkat. Kedua, kualitas airnya harus diperbaiki agar ikan endemiknya hidup lagi," kata KDM. 

Menurut Dedi Mulyadi, sinkronisasi dua cara itu diharapkan bisa menjadi kunci dalam menyelamatkan sungai-sungai di Jawa Barat dari ancaman kepunahan keanekaragaman hayati lokal. (ant/nsi)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Dangkal M4,6 Guncang Ternate Maluku Utara
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Suzuki Comeback, Resmikan 5 Diler Motor Baru Sekaligus
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Disangka, Ada Kepala Kantor Kesyahbandaran di Antara 3 Tersangka Kasus Samin Tan
• 18 jam laludisway.id
thumb
Gelapkan Hasil Sawit Rp54 Juta di Kuansing, Pelaku Ditangkap di Padang
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
SPPG Diminta Gunakan Pangan Lokal agar Tekan Lonjakan Harga Bahan Baku
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.