Bakteri E Coli di Menu MBG, 53 Siswa SDN Ketami Kota Kediri Alami Mual, Muntah hingga Demam

realita.co
7 jam lalu
Cover Berita

KEDIRI (Realita) - Pemerintah Kota Kediri melalui Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bergerak cepat menangani dugaan gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa di wilayah Ketami.

Kejadian yang dilaporkan pada Rabu (22/4) tersebut melibatkan siswa dari SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1.

Baca juga: Belasan Siswa SDN 01 Demangan Madiun Diduga Keracunan MBG, Sampel Menu Diuji di Laboratorium

Sebanyak 53 siswa dilaporkan mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing, dan demam. Menindaklanjuti laporan tersebut, penanganan langsung dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai sektor, termasuk Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat.

Kepala Bappeda Kota Kediri sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG, Ferry Djatmiko, mengungkapkan bahwa pemeriksaan sampel makanan segera dilakukan setelah laporan diterima.

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) yang mengindikasikan makanan tidak layak konsumsi. Satgas kemudian langsung melakukan observasi ke SPPG Tempurejo,” jelasnya, Jumat (24/4).

Meski demikian, Ferry memastikan kondisi para siswa saat ini telah terkendali. Tidak ada siswa yang menjalani rawat inap, dan seluruhnya menunjukkan kondisi yang membaik setelah mendapat penanganan medis.

“Puskesmas juga proaktif melakukan pemeriksaan. Kondisi anak-anak sudah membaik dan terus dipantau,” imbuhnya.

Baca juga: Viral Menu MBG Ponorogo Basi, SPPG Mangkujayan Terseret

Sementara itu, hasil investigasi mengungkap adanya pelanggaran prosedur operasional standar (SOP), khususnya pada tahapan pengolahan makanan. Koordinator SPPG Wilayah Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra, menyebut sejumlah tahapan penting tidak dilakukan secara lengkap.

“Uji organoleptik seharusnya dilakukan setelah makanan dimasak, sebelum distribusi, dan saat diterima. Namun ditemukan ada tahapan yang terlewat,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, operasional SPPG Tempurejo dihentikan sementara untuk evaluasi menyeluruh. Distribusi makanan pun dialihkan ke SPPG lain guna memastikan program MBG tetap berjalan.

Baca juga: Jumlah Korban Keracunan MBG SPPG Simpang Meningkat

Di sisi lain, pihak kepolisian dari Polres Kediri Kota juga turut melakukan penyelidikan. Kasatreskrim AKP Achmad Elyasarif Martadinata menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak.

“Jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum, akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Kediri menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan ke depan. Masyarakat diimbau tetap tenang karena penanganan telah dilakukan secara cepat, terukur, dan melibatkan lintas instansi terkait.

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
30 Personel Brimob Dikerahkan Buru 7 DPO Pembunuh Marinir di Maybrat
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
8 Rumah Sakit di Surabaya Sudah Tersertifikasi Standar Internasional, 3 Milik Pemerintah
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BNPP dan Kementerian PKP Bakal Perbaiki 15 Ribu Rumah Tak Layak di Kawasan Perbatasan
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Purbaya Klarifikasi Isu Pemajakan Selat Malaka, Bukan Konteks Serius
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Peringati Hari Bumi, Melia Makassar Bersihkan Kawasan Masjid 99 Kubah
• 16 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.