Alat Berat di TPA Burangkeng Bekasi Setop Beroperasi, DLH Pastikan Antrean Truk Terkendali

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi memastikan terhentinya operasional alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Setu, belum berdampak langsung kepada masyarakat.

Sampai saat ini, antrean truk pengangkut sampah masih terkendali dan belum meluas ke jalan umum maupun permukiman warga.

Juru Bicara DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan kondisi tersebut masih dapat ditangani meski terjadi penumpukan kendaraan di lokasi pembuangan akhir.

Baca juga: TPA Burangkeng Overload, Pemkab Bekasi Rencanakan Olah Sampah Jadi RDF

“Kalau dampak ke masyarakat sampai hari ini belum ada. Antrean masih di dalam lokasi TPA, belum sampai ke jalan,” ujar Dedi saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (24/4/2026).

Meski demikian, Dedi mengakui potensi gangguan terhadap layanan pengangkutan sampah ke masyarakat tetap ada jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama.

Ia menyebutkan, jadwal pengangkutan sampah berpotensi mengalami keterlambatan.

“Pelayanan reguler ke warga kemungkinan akan mengalami ketidaksesuaian jadwal. Kalau yang seminggu sekali atau dua kali, berarti jadwalnya bisa molor,” ujarnya.

DLH Kabupaten Bekasi, lanjut Dedi, tetap mewaspadai dampak lanjutan yang bisa terjadi, terutama jika antrean truk terus bertambah akibat belum beroperasinya alat berat di lokasi.

“Yang kami khawatirkan pelayanan ke masyarakat, karena truk banyak yang tertahan di TPA,” kata dia.

Baca juga: Kunjungi Kebon Kosong Jakpus, Rano Karno Temukan Masalah Lahan Tak Jelas Selama 35 Tahun

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 22 unit alat berat yang dikelola pihak ketiga berhenti beroperasi sejak Kamis (23/4/2026) akibat kehabisan bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi tersebut menyebabkan ratusan truk pengangkut sampah tidak dapat membongkar muatan dan terpaksa mengantre di dalam area TPA.

Dedi menjelaskan, terhentinya operasional alat berat dipicu oleh kenaikan harga BBM, khususnya jenis Pertamina Dex, yang berdampak pada kontrak kerja sama dengan pihak ketiga.

Dedi mengatakan, DLH Kabupaten Bekasi saat ini tengah mengupayakan berbagai langkah agar operasional TPA dapat kembali berjalan normal, termasuk melalui koordinasi dengan sejumlah perangkat daerah terkait.

“Kami sedang mengupayakan berbagai opsi agar operasional TPA bisa berjalan kembali,” ujar Dedi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebagai informasi, TPA Burangkeng merupakan lokasi pembuangan akhir yang melayani sampah dari 23 kecamatan dan 187 desa di Kabupaten Bekasi.

Pemerintah daerah berharap permasalahan ini dapat segera teratasi agar tidak mengganggu layanan kebersihan kepada masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendes Yandri Ajak PPPK Kemendes Bangun Indonesia Lewat Desa Binaan
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Segera Menikah, Dea Annisa Beberkan Alasan Yakin dengan Achmad Zacky
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Harga Minyakita di Jabar Lampaui HET Imbas Stok Pasar Dialihkan ke Bansos
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
DPP PDIP Ungkap Sosok yang Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Surabaya, Ternyata...
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Trump Bilang Tak Akan Gunakan Senjata Nuklir dalam Perang Iran
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.