SEOUL, KOMPAS.TV - Jaksa penuntut di Korea Selatan menuntut mantan Presiden Yoon Suk-yeol dengan hukuman 30 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Jumat (24/4/2026). Tuntutan ini berdasarkan tuduhan bahwa Yoon mengunakan kekuasaannya saat menjabat untuk memprovokasi Korea Utara.
Tim jaksa khusus yang dipimpin Cho Eun-suk menuduh Yoon sengaja menimbulkan ekalasi dengan Korea Utara pada 2024. Waktu itu, Yoon yang masih menjabat presiden diduga memerintahkan penerbangan drone ke Pyongyang yang memprovokasi rezim Kim Jong-un.
Cho menuduh tindakan Yoon tersebut dalam rangka cipta kondisi untuk menjustifikasi darurat militer pada Desember 2024 silam. Penetapan darurat militer tersebut berujung penggulingan Yoon Suk-yeol yang ini menjadi pesakitan.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (24/4/2026), jaksa menyebut Yoon dan pejabat pertahanannya bertanggung jawab atas infiltrasi drone ke Pyongyang dua bulan sebelum darurat militer.
Baca Juga: Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik dengan Hulu Ledak Kluster dan Ranjau Fragmentasi
Tim jaksa menyatakan pemerintahan Yoon berupaya menciptakan situasi menyerupai perang antara Korsel dan Korut. Situasi ini diduga hendak dimanfaatkan Yoon untuk menyingkirkan lawan-lawan politik dan "memonopoli serta memperpanjang kekuasaan."
Dalam persidangan yang sama, jaksa juga menuntut eks Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun dengan hukuman 25 tahun penjara atas tuduhan yang sama.
Associated Press melaporkan, kuasa hukum Yoon Suk-yeol membantah tuduhan jaksa tersebut. Kuasa hukum Yoon menyatakan kliennya tidak pernah memerintahkan penerbangan drone ke Pyongyang.
Yoon Suk-yeol sendiri diskors beberapa hari usai menetapkan darurat militer pada Desember 2025 silam. Yoon kemudian dimakzulkan oleh parlemen.
Yoon Suk-yeol secara resmi dimaksulkan dari kursi kepresidenan oleh Mahkamah Konstitusi Korsel pada April 2025. Pada Juli 2025, Yoon ditangkap atas berbagai tuduhan, mulai dari pemberontakan hingga penyalahgunaan wewenang.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- yoon suk yeol
- mantan presiden korsel
- sidang yoon suk yeol
- darurat militer korsel
- provokasi kim jong un





